Jalan Provinsi Pasar Renteng Rusak, Masyarakat Harus Mengadu Kemana?

Kamis, 7 Agustus 2025 - 13:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Provinsi Pasar Renteng Rusak, Masyarakat Harus Mengadu Kemana?.

Jalan Provinsi Pasar Renteng Rusak, Masyarakat Harus Mengadu Kemana?.

Oleh: Maharani

Siang itu, sekitar pukul 12.10 Waktu Indonesia Tengah. Hari minggu, saya bersama keluarga mau berkunjung ke rumah orang tua saya di Kelurahan Renteng Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Seperti biasanya saya akan melewati jalan yang konon katanya merupakan jalan provinsi berdasarkan kewenangan. Sejak berbelok kekiri dari pertigaan Yanmu menuju ke arah barat pasar Renteng. Saya langsung disuguhkan jalan yang berlubang cukup dalam.

Pertigaan Yanmu setiap saat dipastikan akan ramai terus. Dikarenakan merupakan pertemuan aktifitas masyarakat yang dari dan menuju ke kota, maupun masyarakat yang akan menuju ke pusat ekonomi yakni pasar Renteng.

Dipertigaan ini kita juga akan menemukan Pak Ogah (pengatur jalan raya yang statusnya sipil). Mungkin dengan adanya lubang yang cukup dalam dan pertigaan yang cukup ramai akan mendatangkan berkah bagi Pak Ogah ini. Namun apakah bagi pemilik kendaraan atau masyarakat yang setiap hari melalui jalan ini akan mendapatkan keuntungan?.

Lanjut kita, menuju ke barat. Nah persisnya di depan pasar Renteng kita akan disuguhkan jalanan yang berlubang cukup dalam dan parah. Dan ini sudah sekitar 2 tahunan belum ada tanda tanda akan diperbaiki. Ketika saya lewat siang itu, ada seorang Bapak-Bapak menggunakan sepeda motor dari dari arah barat. Bapak tersebut sendiri dan memacu motornya cukup pelan. Pada saat melewati jalan berlubang otomatis akan menginjak rem. Sudah pelan dan menginjak rem pasti sangat hati-hati. Namun naas, karena jalannya ada lubang yang cukup dalam bapak tersebut terjatuh.

Pengguna jalan yang lain dan orang-orang yang ada disekitar tersebut pun dengan ramai-ramai membantu bapak tersebut. “ini sudah merupakan korban yang keseratus mungkin” kata salah satu pedagang di sana nyeletuk di dekat saya.

Konon katanya masyarakat sudah mengadu ke Bupati, ke DPRD dan ke siapa saja yang dirasa dapat membantu. Namun sampai saat ini tanda-tanda akan diperbaiki pun tidak. Mungkin kalau sudah menelan korban kecelakaan genap seribu orang baru akan diperbaiki.

Baca Juga :  Pengamat: Tagline 'Kolotan' Sekda NTB Kontraproduktif

Pasar Renteng merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberadaan pasar ini memiliki peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat. Sebagai pusat transaksi barang kebutuhan pokok dan hasil pertanian, Pasar Renteng menjadi simpul vital dalam sistem distribusi dan konsumsi lokal.

Salah satu fungsi ekonomi utama Pasar Renteng adalah sebagai pusat distribusi barang. Berbagai hasil pertanian dari wilayah pedesaan di sekitar Lombok Tengah seperti padi, sayur-mayur, dan buah-buahan dijual di pasar ini. Dengan demikian, Pasar Renteng menjadi jembatan antara petani dan konsumen, memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi pasar.

Selain menjadi pusat distribusi, pasar ini juga berfungsi sebagai tempat penciptaan lapangan kerja. Ribuan masyarakat menggantungkan penghidupan mereka dari aktivitas di Pasar Renteng, baik sebagai pedagang, buruh angkut, tukang parkir, hingga pengelola kios dan warung makan. Hal ini memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di Lombok Tengah.

Keberadaan Pasar Renteng mendukung perkembangan ekonomi daerah secara menyeluruh. Perputaran uang yang tinggi di pasar ini memberikan multiplier effect terhadap sektor lain seperti transportasi, logistik, dan jasa keuangan. Hal ini membantu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lombok Tengah dan NTB secara umum.

Pasar Renteng juga memiliki potensi pariwisata ekonomi. Dengan karakteristiknya sebagai pasar tradisional yang ramai dan autentik, pasar ini menarik wisatawan yang ingin melihat kehidupan lokal dan budaya perdagangan masyarakat Sasak. Ini membuka peluang ekonomi baru berbasis pariwisata.

Lebih dari itu, pasar ini turut memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Di tengah tantangan global seperti krisis pangan atau gangguan logistik, pasar tradisional seperti Renteng memainkan peran penting dalam menjaga ketersediaan barang dan memperkuat ekonomi berbasis komunitas. Pasar Renteng bukan hanya tempat jual beli, melainkan pusat aktivitas ekonomi yang kompleks dan berdampak luas. Perannya sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah dan kemajuan ekonomi NTB. Oleh karena itu, pengembangan dan modernisasi pasar ini perlu terus didorong agar tetap relevan di era persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Baca Juga :  Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB dan 13 Pejabat Eselon II

Kondisi jalan rusak di sekitar Pasar Renteng, Lombok Tengah, telah menjadi keluhan banyak warga dan pedagang. Jalan yang berlubang, becek saat hujan, serta minimnya saluran drainase menyebabkan aktivitas ekonomi terganggu. Sayangnya, perbaikan belum dilakukan secara menyeluruh. Hal ini bisa disebabkan oleh keterbatasan anggaran daerah, prioritas pembangunan yang berbeda, atau lambatnya respon dari instansi terkait.

Kerusakan jalan tersebut tidak hanya berdampak pada kenyamanan pembeli dan penjual, tapi juga menimbulkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua. Kondisi ini juga memperlambat distribusi barang dagangan, yang pada akhirnya memengaruhi harga dan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok.

Jika jalan di kawasan Pasar Renteng adalah jalan provinsi, maka seharusnya menjadi perhatian langsung dari Gubernur NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB. Keterlambatan perbaikan atau minimnya perhatian terhadap jalan tersebut mencerminkan kurangnya respons dari pemerintah provinsi terhadap infrastruktur yang menopang ekonomi lokal.

Jalan di pasar bukan hanya soal kelancaran lalu lintas, tapi juga menyangkut aktivitas ekonomi ribuan masyarakat yang bergantung pada akses tersebut. Ketika jalan rusak, distribusi barang terhambat, pendapatan pedagang menurun, dan keselamatan warga terancam. Maka, keterlambatan perbaikan oleh pihak provinsi menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap kebutuhan riil masyarakat.

Mengingat pentingnya Pasar Renteng sebagai pusat ekonomi, seharusnya jalan di sekitarnya masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur provinsi. Jika pemerintah provinsi lamban menangani, masyarakat berhak mempertanyakan komitmen pemimpin daerah terhadap pembangunan yang merata dan berbasis kebutuhan rakyat.

Respon tanggap dan skala prioritas seharusnya dikedepankan oleh Gubernur NTB. Tidak hanya terkait dengan kecelakaan, namun begitu vitalnya Jalan Pasar Renteng bagi pertumbuhan ekonomi NTB. Mudah-mudahan sesekali bapak Gubernur ketika pulang kampung ke Lombok Tengah akan melalui jalan ini sehingga akan tergugah hatinya. Untuk memprioritaskan apa yang seharusnya menjadi prioritas. Demi untuk Kemakmuran dan NTB mendunia. ***

 

Penulis adalah Peneliti LRC

Berita Terkait

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?
Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan
Pemprov NTB Tegaskan Pengiriman Ternak ke Jabodetabek Lebih Tertata
Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Pengamat: Tagline ‘Kolotan’ Sekda NTB Kontraproduktif
Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok
Nursalim Sebut Ada Perintah ‘Gubernur Iqbal’ di Balik Munculnya Kasus Gratifikasi Dana Siluman DPRD NTB
Asosiasi UMKM NTB Protes Keras BGN Hentikan Menu Kering MBG

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:40 WITA

Prabowo Lantik Enam Pejabat, dari Aktivis Buruh hingga Penasihat Khusus

Kamis, 19 Maret 2026 - 16:07 WITA

Evaluasi Satu Dekade SDGs, Mahasiswa UMY Ajak Inovator Dunia Bertanding di KPM Competition 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:50 WITA

Pendaftaran Sudah Ditutup, BGN Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Jual Beli Titik SPPG

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:15 WITA

Danantara Benahi Tata Kelola dan Perkuat Fondasi Keuangan BUMN

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:45 WITA

Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo di Istana: ‘Jadi Presiden Itu Berat’

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:22 WITA

Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Jelang Lebaran

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:33 WITA

Pakar Bantah Perjanjian Dagang dengan AS Bebani Indonesia: Rakyat Butuh Pekerjaan

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:30 WITA

Prabowo Perintahkan Cadangan BBM Ditingkatkan Jadi Tiga Bulan

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menghadiri panen padi kemitraan bersama PT Agrinas dan mengajak petani mendukung kemandirian pangan di Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kamis 13 Maret 2025. (Foto: Lombokini.com).

Opini

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:52 WITA