Harga Jagung Anjlok, Petani Sekaroh Minta Intervensi Pemerintah

Rabu, 9 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Jagung Anjlok, Petani Sekaroh Minta Intervensi Pemerintah. (Foto: Lombokini.com/Andy)

Harga Jagung Anjlok, Petani Sekaroh Minta Intervensi Pemerintah. (Foto: Lombokini.com/Andy)

LOMBOKINI.com – Pemerintah Desa Sekaroh beserta para Kawil dan Kelompok Tani menggelar audiensi dengan Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur. Mereka bertemu di Kantor Desa Sekaroh, Rabu, 9 April 2025.

Para petani mengeluh karena harga jagung anjlok. Harga Pokok Penjualan (HPP) yang pemerintah tetapkan sebesar Rp5.500 tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kepala Desa Sekaroh, H. Mansur, menyampaikan harapannya. Meski tidak bisa menyesuaikan harga sesuai ketentuan pemerintah pusat, ia berharap pemerintah daerah dan Bulog dapat membeli jagung petani dengan harga yang tidak jauh dari HPP.

“Kami meminta pemerintah daerah turun tangan memberikan solusi dan mensosialisasikan regulasi kepada petani. Terutama di Desa Sekaroh, di mana mayoritas warga menanam jagung dengan total lahan sekitar 4.000 hektare,” ujarnya.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Jika pemerintah tidak turun tangan, tengkulak atau pengepul akan membeli jagung dengan harga jauh di bawah HPP. Seperti sekarang, tengkulak hanya menawarkan Rp4.600 per kilogram. Akibatnya, banyak petani menahan hasil panen mereka, yang berdampak pada perekonomian warga Sekaroh.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, L. Fathul Kasturi, menegaskan bahwa dinasnya akan tetap memperhatikan dan bertanggung jawab atas hasil panen jagung petani, meski belum ada petunjuk dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Ia menjelaskan, kuota pembelian jagung untuk tiap daerah belum ditetapkan pemerintah pusat. Namun, sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto, impor jagung dan beras akan dihentikan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.

“Kami merasa bertanggung jawab karena mendorong petani meningkatkan produksi. Agar bisa menjual sesuai HPP, petani harus memastikan jagung dalam keadaan kering dengan kadar air 14%. Pemerintah bersama Bulog siap membelinya seharga Rp5.500 per kilogram,” jelasnya.

Kasturi menambahkan, dinasnya telah berkoordinasi dengan Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Lombok Timur dan siap mengakomodir jagung petani meski regulasi kuota belum keluar. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: Lombokini.com/Sekretariat DPRD Lombok Timur)

Advertorial

DPRD Lombok Timur: Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 23:59 WITA