BPBD Lotim dan BMKG akan Gelar Sekolah Lapangan Penanganan Gempa dan Tsunami

Selasa, 6 Agustus 2024 - 15:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi. (foto: lombokini.com/ong)

Kepala BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi. (foto: lombokini.com/ong)

LOMBOKINI.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Timur (BPBD Lotim) akan menggelar sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Mandiri serta Sosialisasi Informasi Cuaca. Kali ini akan berlangsung di luar ruangan.

“Recananya kami bersama BMKG mau melakukan pelatihan langsung di lapangan, kemarin itu sifatnya dalam ruangan,” kata Kepala BPBD Lotim, Lalu Muliadi, Selasa, 6 Agustus 2024.

Kali ini, Peserta menjadi sasaran BPBD yakni relawan-relawan yang sudah terbentuk seperti Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), Komunitas, perguruan tinggi terutama yang bisa mengedukasi masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan

“Jumlah peserta kurang lebih seratus, seperti kegiatan sebelumnya di dalam ruangan,”kata Muliadi.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Geofisika Mataram dan BMKG Stasiun Meteorologi Bandara BIZAM bekerja sama dengan BPBD Lombok Timur menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami Mandiri serta Sosialisasi Informasi Cuaca.

Kegiatan bertempat di Aula BPBD Lombok Timur ini, diikuti oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari unsur BMKG, TNI-Polri, para pimpinan OPD terkait, Basarnas, personil Kantor SAR Kayangan, FPRB Rinjani, Forum Perguruan Tinggi FPTRB Lombok Timur, Konsepsi sebagai perwakilan NGO, serta karyawan/karyawati BPBD.

Baca Juga :  TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

Menurut Muliadi, masih banyak materi materi teknis, simulasi teknis yang belum terlaksanakan. Sebab, dilaksanakan selama satu hari dan didalam ruangan.

“Kita rencanakan bagaimana terlaksanakan di luar ruangan,”imbuhnya.

Lebih jauh, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat, terutama bagi diri sendiri terhadap berbagai kemungkinan terjadi bencana.

Selain itu, bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bisa lebih memanfaatkan peringatan-peringatan dini, baik tu dari BPBD, Pemerintah, dari BMKG dan peringatan-peringatan dini melaui layanan lainnya.***

Penulis : Ong

Berita Terkait

Buka FTBI 2026 Selong: Dikbud Tegaskan Larangan Siswa Bawa Motor dan Angin Segar Bagi 4.889 Guru Paruh Waktu
Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor
Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi
Lombok Timur Peringkat Pertama Penerima Program LSDP Bantuan Bank Dunia
TGB Imbau Warga Lombok Timur Kompak Jaga Persatuan Jelang HUT ke-131

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:01 WITA

Tambang Menggali, Pangan Mulai Berkurang

Selasa, 1 September 2026 - 19:13 WITA

Lombok Timur Tiba-tiba 131 Tahun: Sang Keliru Carente Mikir

Selasa, 1 September 2026 - 13:28 WITA

Sejarah Lahirnya Lombok Timur: ‘Onder Afdeling’

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Sejarah Lahirnya Lombok Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Pertanian Lombok Timur Tumbuh 5,08 Persen, Momentum Baru Ekonomi Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:15 WITA

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Berita Terbaru