Banjir Bandang Landa Kabupaten Bima, 6 Warga Hilang dan 2 Tewas

Senin, 3 Februari 2025 - 23:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Bandang Landa Kabupaten Bima, 6 Warga Hilang dan 2 Tewas. (Foto: BPBD Kabupaten Bima).

Banjir Bandang Landa Kabupaten Bima, 6 Warga Hilang dan 2 Tewas. (Foto: BPBD Kabupaten Bima).

LOMBOKINI.com – Banjir bandang melanda Kabupaten Bima, Provinsi NTB, di dua kecamatan di Kabupaten Bima, yakni Kecamatan Wera dan Kecamatan Ambalawi, pada Ahad, 2 Februari 2025. Hingga saat ini, enam warga dilaporkan hilang, dan dua orang ditemukan tewas akibat bencana tersebut.

Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Khalik, mengonfirmasi bahwa dua korban jiwa telah ditemukan. Selain itu, sejumlah sarana vital, termasuk jembatan penghubung menuju Wera, putus dan rusak parah, mengakibatkan aktivitas transportasi di wilayah tersebut lumpuh total.

Enam warga dari Nanga Wera masih belum ditemukan. Data yang dihimpun Lombokini.com, dua korban yang ditemukan tewas adalah Burhan (40), warga Nunggi, yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor, dan Hermawati (40), warga Wora, yang tewas terseret arus banjir bandang.

Baca Juga :  LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah

Pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan oleh aparat terkait, termasuk Tim Tagana, BPBD, TNI, Polri, Tim SAR, dan SatPol PP, bersama warga setempat.

Khalik menambahkan bahwa bantuan logistik dari Dinas Sosial NTB telah dikirim ke Wera, Bima, khususnya untuk warga yang terdampak. Tim assesment juga telah diterjunkan untuk mengevaluasi kebutuhan korban.

Baca Juga :  FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap

Selain itu, anggota Tagana telah dikerahkan untuk menghitung kebutuhan pangan warga di lokasi bencana. Bagi korban yang meninggal, akan diberikan santunan kepada ahli waris oleh Kementerian Sosial.

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Tagana Kabupaten Bima, banjir bandang dan tanah longsor terjadi akibat tingginya curah hujan di Bumi Mbojo.

Bencana ini menimbulkan dampak serius bagi masyarakat setempat, dan upaya penanganan serta pemulihan masih terus dilakukan oleh berbagai pihak. ***

Berita Terkait

Gubernur NTB Rehabilitasi Lingkungan dan Apresiasi Perusahaan demi Perkuat Pembangunan Hijau
Tekan Inflasi, Pemprov NTB Gelar Pangan Murah di Lombok Barat
Polres Ungkap Identitas Mayat Wanita di Pantai Labuhan Haji, Keluarga Tolak Otopsi
Ditemukan Meninggal di Pantai Labuhan Haji, Wanita Asal Tanjung Luar Diduga Alami Gangguan Jiwa
LSM Garuda: Kami Siap Jadi Cooling System dan Jembatan Komunikasi Masyarakat-Pemerintah
BPS NTB Buka Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Secara Terbuka dan Berbasis Sistem
Menjelang Demo 2 Juni, GASAK NTB Ingatkan Aliansi PPS Soal Titik Vital
FITRA NTB Dorong Citizen Budget, APBD Tak Lagi Jadi Dokumen Gelap

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 09:29 WITA

Polisi Pastikan Pria yang Ditemukan di Pinggir Jalan Pringgabaya Bukan Korban Begal

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:29 WITA

Bupati Haerul Warisin Lepas Kafilah Lombok Timur ke MTQ XXXI di Lombok Tengah, Janjikan Bonus Tambahan Rp1 Miliar

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:14 WITA

Bapenda Wajibkan Parkir Lahan Pribadi dan Swasta Setor Pajak 10 Persen dari Omset

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:07 WITA

Siasati Keterbatasan Fasilitas, Lapas Selong Gandeng Pihak Ketiga Berdayakan Warga Binaan di Dapur MBG

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:58 WITA

Urus SIM Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi SINAR, Satpas Polres Lombok Timur Imbau Warga Manfaatkan Layanan Online

Senin, 1 Juni 2026 - 10:30 WITA

Kepala SMAN 1 Keruak Ajak Amalkan Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:10 WITA

Bupati Tegaskan Petugas Sensus Ujung Tombak Ketepatan Perencanaan

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:00 WITA

Bupati Lombok Timur Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026

Berita Terbaru