Korsleting Pemicu Kapal Ikan Hangus di Dermaga Labuhan Haji

Kamis, 4 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Damkar menyemprotkan air untuk mendinginkan rerangka kapal yang masih membara dan mencegah api berkobar kembali, Kamis 4 September 2025. (Foto: Lombomini.com).

Petugas Damkar menyemprotkan air untuk mendinginkan rerangka kapal yang masih membara dan mencegah api berkobar kembali, Kamis 4 September 2025. (Foto: Lombomini.com).

LOMBOKINI.com – Sebuah kebakaran melalap kapal ikan KM AMJ 4 milik PT Natura Samudera Lestari (NSL) di Dermaga Labuhan Haji, Lombok Timur, pada Kamis 4 September 2025 pagi sekitar pukul 09.30 WITA. Diduga, korsleting listrik pada bagian mesin memicu peristiwa ini.

Beruntung, kebakaran ini tidak menelan korban jiwa. Namun, api menghanguskan seluruh badan kapal dan mengakibatkan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah.

Nakhoda kapal, L. Moh. Ali Fadil (48), yang juga menjadi saksi mata, mengisahkan bahwa kejadian bermula saat KM AMJ 4 merapat ke KM DMJ 3 pukul 08.30 WITA.

Baca Juga :  Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

“Kami menghisap air kamar mesin dengan menggunakan mesin dompeng yang kami colokkan ke listrik pompa,” jelas Ali, pada Wartwan, Kamis 4 September 2025 di Labuhan Haji.

Setelah beroperasi sekitar satu jam, percikan api tiba-tiba menyembur dari area mesin, lalu kobaran api membesar dengan cepat.

“Saat itu juga korsleting listrik langsung terjadi dan mengakibatkan kapal terbakar,” tuturnya.

Melihat api yang terus membesar, Ali segera memutus semua tali yang mengikat KM AMJ 4 ke kapal lainnya untuk mencegah api menjalar. Setelah talinya terputus, arus membawa kapal yang terbakar itu ke ujung dermaga dan mendaratkannya di sana.

Baca Juga :  Satpol PP Tertibkan Lapak di Labuhan Haji, Temukan Kuitansi Nama Perempuan Bertarif Rp 50-200 Ribu

Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Lombok Timur tiba di lokasi pukul 09.49 WITA dengan dua unit mobil. Mereka langsung melakukan pemadaman dan pendinginan pada kapal yang sudah habis terbakar untuk mencegah api menyala kembali.

Kapolsek Labuhan Haji beserta anggotanya mendatangi lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hingga saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab kebakaran, meski penyelidikan awal memperkirakan korsleting listrik sebagai pemicunya. Situasi di sekitar lokasi kini terpantau kondusif. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan
Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:56 WITA

Warga Ekas Buana Gelar Aksi, Soroti Dugaan Hubungan Sekdes dengan Perempuan hingga Hamil di Luar Nikah

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Selasa, 8 September 2026 - 20:10 WITA

Tim SAR Gabungan Cari Speedboat Bawa 5 Jurnalis dan 3 Awak yang Hilang di Selat Sunda

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:05 WITA

Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare di Bukit Loco Senggigi Berhasil Dipadamkan

Berita Terbaru

Dr. Maharani. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:57 WITA