Ali BD: Masyarakat Harus Jadi Pengimbang Kekuasaan yang Kurang Berkualitas

Selasa, 19 Agustus 2025 - 15:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ali BD: Masyarakat Harus Jadi Pengimbang Kekuasaan yang Kurang Berkualitas. (Foto: Lombokini.com).

Ali BD: Masyarakat Harus Jadi Pengimbang Kekuasaan yang Kurang Berkualitas. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Yayasan ADC, YSM, BSK, dan Universitas Gunung Rinjani (UGR) menggelar acara Ngaji Budaya di Kantor Yayasan Swadaya Membangun, pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Kegiatan yang mengusung tema “Monokrom Pengembangan Pariwisata dan Keterancaman Ekologis serta Nilai-nilai Budaya Lokal” ini menghadirkan sejumlah narasumber dan seniman terkemuka.

Dalam sambutannya, tokoh LSM sekaligus mantan Bupati Lombok Timur, Dr. H. Moch. Ali Bin Dachlan (Ali BD), menegaskan bahwa acara ini menjadi wadah penggodokan pemikiran sejak era Orde Baru. Ia menyatakan pentingnya dialog untuk menyikapi dinamika masyarakat.

“Kita tidak bisa berharap banyak pada pemerintah dalam hal pembangunan. Selain itu, partai politik juga tidak bisa kita andalkan karena wakil rakyat justru menjadi pemain di dalamnya,” kritiknya.

Baca Juga :  IKMAN Sumbawa Kumpulkan Rp 32 Juta untuk NTT, Tutup Galang Dana dan Ancam Aksi Jalanan Bila Pemerintah Abai

Ali BD menekankan perlunya kekuatan pengimbang dari masyarakat. “Anda harus menjadi pengimbang dari kekuatan yang kurang berkualitas,” tegasnya.

Di samping itu, ia mengingatkan bahwa orang Sasak dikenal dengan agama yang kuat yang terwujud dalam berbagai nilai, upacara, dan simbolisme. “Oleh karena itu, kita perlu mendiskusikan ini. Lebih jauh, pemikiran tidak boleh terfokus pada pemujaan mazhab dan individu,” pungkasnya.

Ali BD menambahkan bahwa berbagai konflik sering terjadi karena masyarakat belum memahami kebudayaan Sasak dengan benar. “Pada hakikatnya, kebudayaan adalah pikiran tentang kemanusiaan dan persatuan. Akhirnya, semua ini bisa kita selesaikan dengan dialog,” ujarnya.

Baca Juga :  TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

Tidak hanya berdiskusi, acara ini juga menampilkan pembacaan puisi oleh Dr. Karomi serta cerpen “Pedang Bakso” karya Ali BD yang mengangkat tema keterkekangan masyarakat Sasak dalam dunia usaha.

Sebagai tindak lanjut, panitia penyelenggara merencanakan untuk melanjutkan dialog ini dengan melakukan penelitian di beberapa destinasi wisata utama, seperti Senggigi, Gili Trawangan, Mandalika, dan Rinjani Sembalun. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C
IKMAN Sumbawa Kumpulkan Rp 32 Juta untuk NTT, Tutup Galang Dana dan Ancam Aksi Jalanan Bila Pemerintah Abai
Bahasa Sasak Bertahan di Tengah Globalisasi, Sangkep Internasional I Siapkan Empat Fokus Utama
Wabup Lantik 61 Pj Kepala Desa, Bupati Lombok Timur Tegaskan Netralitas Jelang Pilkades 2027
Wabup Pimpin Upacara HUT ke- 81 RI, Bupati Lotim Serukan Partisipasi Masyarakat
Warga Kalijaga Timur Blokir Jalan, Protes Janji Perbaikan yang Diingkari Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:34 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Warisan Ilmu Kecepatan Tangan

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:24 WITA

Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:25 WITA

CERPEN Yuspianal Imtihan: Ada Kosnpirasi Di Cerita Ini 

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:06 WITA

Viralisasi Berkelindan dengan Motif Ekonomi, Program Literasi Selalu Dilayakkan Proyek Belaka

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:43 WITA

Penderitaan Modern di Era AI: Manusia dan Realitas Palsu, Sastra sebagai Penawarnya

Berita Terbaru

Kebudayaan di Nusa Tenggara Barat . (Foto: Lombokini.com).

Opini

Bermasalah: Roadmap Kebudayaan NTB 2027-2047

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:15 WITA

Okky Afriwan, SE, MBA: Dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Kecerdasan Artifisial Universitas Teknologi Mataram (Foto: Istimewa)

Opini

Resensi Buku ‘Kebijakan Ekonomi Publik’

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:55 WITA