Distributor Skincare Siap Bertanggungjawab Bila Ada Efek Samping

Kamis, 7 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT WBS, Ali Nusantara, Distributor Skincare Siap Bertanggungjawab Bila Ada Efek Samping. (Foto: Lombokini.com/Izzul Khairi).

Direktur Utama PT WBS, Ali Nusantara, Distributor Skincare Siap Bertanggungjawab Bila Ada Efek Samping. (Foto: Lombokini.com/Izzul Khairi).

LOMBOKINI.com – Direktur Utama PT WBS, Ali Nusantara, distributor skincare yang peredarannya belakangan menimbulkan kegaduhan di medsos akibat dugaan mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, menyatakan siap bertanggungjawab atas efek samping yang timbul akibat penggunaan produknya oleh konsumen. Masyarakat yang merasa dirugikan diminta datang ke kantornya di Desa Sepit untuk penanganan lebih lanjut.

Ali Nusantara mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di Selong, Lombok Timur (Lotim) Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis 7 Agustus 2025. ‘’Kami ingin masyarakat konsumen sehat dan produk yang digunakan bermanfaat. Dan kami juga ingin berusaha nyaman,’’ katanya.

Ada tiga jenis skincare yang menurut hasil pemeriksaan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makan (BBPOM). ‘’Skincare tersebut sudah dan sedang kami tarik,’’ katanya. Pemusnahanpun telah pula dilakukan, kendati ada beberapa jenis yang harus dimusnahkan di luar daerah.

Baca Juga :  IKADIN NTB Lantik dan Kukuhkan 25 Advokat, Tegaskan Integritas Profesi

‘’Kami hanyalah distributor. Kami tidak memproduksi,’’ ujarnya. Skincare tersebut diproduksi oleh PT Amanah, Makassar. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BBPOM dalam hal penarikan skincare di tengah masyarakat, berikut pemusnahannya.

Ali menyebutkan, WBS bekerja sama dengan PT Amanah tersebut sejak tahun 2022. ‘’Kami niat bangun usaha untuk orang lain. Pun ada persoalan muncul, kami mohon maaf bila ada yang tak nyaman. Kami manusia biasa,’’ ujarnya.

Adapun tiga jenis yang ngandung merkuri seperti jenis handbody, krim pagi, krim malam. ‘’Kami tarik dari peredaran. Ini jadi pelajaran berharga bagi kami,’’ tambahnya.

WBS punya 35 karyawan, juga punya kelompok anak yatim binaan. ‘’Meskipun demikian, siapa saja yang merasa dirugikan, kami siap menunggu keluhan dan datang ke kantor kami. Kami bertanggungjawab,’’ lanjut Ali Nusantara di damping istrinya.

Baca Juga :  Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Dia berharap masyarakat tidak terlalu cepat menjustifikasi ke WBS. ‘’Sebab tidak semua skincare yang beredar tersebut di tengah masyarakat saat ini WBS lah yang distributornya,’’ katanya. Ia mengakui persaingan dagang tetap ada. ‘’Tapi kalau kami salah, kami tanggung jawab,’’ sambungnya.

Sebelum ditemukan kandungan merkuri, selama ini memang tidak ada keluhan. Termasuk dengan konsumen yang ada di Makassar, pusat produksinya. Belakangan hasil temuan BBPOM Mataram menunjukkan ada kandungan merkuri dalam produk skincare tersebut.

Posisi WBS bisa saja jadi korban dalam hal ini. Sebab tidak semua produk yang beredar tersebut distributornya WBS. ***

Penulis : Izzul Khairi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes
Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:33 WITA

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA