Keraton Surakarta Anugerahi Teguh Satya Bhakti Gelar Kanjeng Raden Aryo Atas Dedikasi Penegakan Hukum

Senin, 28 Juli 2025 - 17:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Teguh Satya Bhakti Terima Gelar Kanjeng Raden Aryo dari Keraton Solo. (Foto: Lombokini.com/Dok. O
Pribadi).

Dr. Teguh Satya Bhakti Terima Gelar Kanjeng Raden Aryo dari Keraton Solo. (Foto: Lombokini.com/Dok. O Pribadi).

LOMBOKINI.com Keraton Kasunanan Surakarta menganugerahkan gelar kebangsawanan Kanjeng Raden Aryo (KRA) kepada tokoh hukum nasional Dr. Teguh Satya Bhakti, SH., MH. secara resmi pada Jumat, 25 Juli 2025. Ingkang Sinoehoen Kanjeng Soesoehoenan Pakoe Buwono XIII memimpin langsung prosesi khidmat di Kedhaton Keraton Surakarta.

Melalui penganugerahan ini, Teguh Satya Bhakti kini menyandang gelar lengkap “Kanjeng Raden Aryo Dr. Teguh Satya Bhakti Pradanegoro, S.H., M.H”. Keraton mengukuhkan dedikasi dan kontribusinya yang panjang dalam memperjuangkan keadilan dan kepastian hukum di Indonesia. Mereka juga mempertimbangkan karakter serta rekam jejak kepemimpinan Teguh yang konsisten menjaga persatuan bangsa.

Gelar KRA ini menjadi wujud nyata penghormatan Kesultanan Surakarta atas curahan tenaga, pikiran, dan jiwa raga Teguh bagi hukum di NKRI.

Merespons penghargaan ini, Teguh Satya Bhakti menyatakan syukur dan hormat. Ia menegaskan gelar ini bukan akhir perjalanan, melainkan langkah maju untuk komitmennya dalam penegakan hukum. “Gelar ini memikulkan tanggung jawab lebih besar kepada saya guna mengabdikan diri pada penegakan hukum yang adil, transparan, dan berpihak pada keadilan,” ujarnya.

Upacara berlangsung sesuai protokol adat Keraton Solo yang sakral. Prosesi melibatkan ritual tradisional, penyematan atribut kebangsawanan, dan pembacaan prasasti gelar. Keluarga keraton, abdi dalem, budayawan, serta undangan terhormat menyaksikan momen bersejarah ini. Pada kesempatan sama, Keraton melantik musisi Ahmad Dhani.

Penganugerahan gelar ini diharapkan mendorong Teguh tetap konsisten menegakkan keadilan hukum. Berbagai pihak juga berharap ia menjadi inspirasi generasi penerus dalam memperjuangkan kebenaran di bidang hukum Indonesia. Gelar ini menegaskan posisinya sebagai tokoh nasional yang diakui pusat kebudayaan Jawa. ***

Berita Terkait

BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
Pertamina Pastikan Stok Pertalite Cukup dan Distribusi Normal

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:10 WITA

Pemerintah NTB Kaji Kelayakan Proyek Super Grid EBT untuk Hubungkan Kepulauan Sunda Kecil

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:50 WITA

Kerja Sama Bali-NTB dan NTT Masuki Fase Implementasi Nyata

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Opini

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:37 WITA