Kopdes Merah Putih Menjadi Distributor LPG, Pupuk, dan Sembako

Jumat, 9 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Republik Indonesia Budi Arie Setiadi. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Republik Indonesia Budi Arie Setiadi. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

LOMBOKINI.com – Pemerintah menjadikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pusat distribusi bahan pokok bersubsidi, seperti LPG, pupuk, dan sembako, untuk warga pedesaan.

Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menegaskan, skema ini memangkas jalur distribusi agar bantuan tepat sasaran.

“Kopdes Merah Putih akan menyalurkan barang subsidi langsung ke warga. Distribusi jadi lebih efisien,” tegas Budi Arie di Istana Negara, Jakarta pada Kamis 8 Mei 2025.

Baca Juga :  Mahfud MD: Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah secara Hukum Administrasi

Ia memastikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tetap beroperasi, tetapi Kopdes Merah Putih akan fokus menyalurkan bansos dan sembako.

“BUMDes jalan seperti biasa. Kopdes ini khusus untuk distribusi bantuan pemerintah,” jelasnya.

Presiden pun menetapkan Kopdes Merah Putih sebagai pusat ekonomi desa. “Semua bantuan, dari LPG hingga beras, akan mengalir melalui Kopdes,” tambah Budi Arie.

Baca Juga :  Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Pemerintah menargetkan 80.000 Kopdes Merah Putih berdiri untuk menguatkan ekonomi desa. Skema pembiayaannya dirancang untuk memastikan keuntungan kembali ke anggota koperasi, yaitu warga desa.

“Kopdes harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat desa. Ini inti dari koperasi,” pungkasnya. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional
Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:14 WITA

Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:29 WITA

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA