Banjir Bandang Landa Kabupaten Bima, 6 Warga Hilang dan 2 Tewas

Senin, 3 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Bandang Landa Kabupaten Bima, 6 Warga Hilang dan 2 Tewas. (Foto: BPBD Kabupaten Bima).

Banjir Bandang Landa Kabupaten Bima, 6 Warga Hilang dan 2 Tewas. (Foto: BPBD Kabupaten Bima).

LOMBOKINI.com – Banjir bandang melanda Kabupaten Bima, Provinsi NTB, di dua kecamatan di Kabupaten Bima, yakni Kecamatan Wera dan Kecamatan Ambalawi, pada Ahad, 2 Februari 2025. Hingga saat ini, enam warga dilaporkan hilang, dan dua orang ditemukan tewas akibat bencana tersebut.

Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Khalik, mengonfirmasi bahwa dua korban jiwa telah ditemukan. Selain itu, sejumlah sarana vital, termasuk jembatan penghubung menuju Wera, putus dan rusak parah, mengakibatkan aktivitas transportasi di wilayah tersebut lumpuh total.

Enam warga dari Nanga Wera masih belum ditemukan. Data yang dihimpun Lombokini.com, dua korban yang ditemukan tewas adalah Burhan (40), warga Nunggi, yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor, dan Hermawati (40), warga Wora, yang tewas terseret arus banjir bandang.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Pencarian terhadap korban yang hilang masih terus dilakukan oleh aparat terkait, termasuk Tim Tagana, BPBD, TNI, Polri, Tim SAR, dan SatPol PP, bersama warga setempat.

Khalik menambahkan bahwa bantuan logistik dari Dinas Sosial NTB telah dikirim ke Wera, Bima, khususnya untuk warga yang terdampak. Tim assesment juga telah diterjunkan untuk mengevaluasi kebutuhan korban.

Baca Juga :  Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Selain itu, anggota Tagana telah dikerahkan untuk menghitung kebutuhan pangan warga di lokasi bencana. Bagi korban yang meninggal, akan diberikan santunan kepada ahli waris oleh Kementerian Sosial.

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Tagana Kabupaten Bima, banjir bandang dan tanah longsor terjadi akibat tingginya curah hujan di Bumi Mbojo.

Bencana ini menimbulkan dampak serius bagi masyarakat setempat, dan upaya penanganan serta pemulihan masih terus dilakukan oleh berbagai pihak. ***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemilik Lahan Mata Air Ambung dan LSM Garuda akan Demo ke Kantor Bupati dan PDAM Lotim
Alumni Unram Pertanyakan Keterlambatan Munas IKA Unram
Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas
HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027
ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes
LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:59 WITA

Pemilik Lahan Mata Air Ambung dan LSM Garuda akan Demo ke Kantor Bupati dan PDAM Lotim

Minggu, 1 November 2026 - 19:48 WITA

Alumni Unram Pertanyakan Keterlambatan Munas IKA Unram

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:59 WITA

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:55 WITA

HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:33 WITA

ADBMI dan AWO International Gelar Lokakarya Rencana Kerja Strategis BUMDes

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA