LOMBOKINI.com – Sebuah speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal kehilangan kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sore. Rombongan itu berencana menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput.
Basarnas menerima laporan hilangnya kontak kapal tersebut pada Selasa (8/9) pukul 13.55 WIB. Kasubsi Operasi dan Pencarian Basarnas, Rizky Dwianto, menyatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan itu.
“Info awal kecelakaan kapal speedboat hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, kami terima pada Selasa siang,” ujar Rizky.
Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin pukul 14.00 WIB. Salah satu korban masih sempat berkomunikasi dan membagikan lokasi kepada seorang jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, upaya menghubungi kapal itu gagal total sejak pukul 15.04 WIB.
Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi setelah mengumpulkan informasi di Dermaga Pagedongan. Tim Rescue USS Pandeglang mencari informasi ke Dermaga Pagedongan dan mendapati speedboat milik Lurah Carita itu berangkat pada Senin pukul 14.00 WIB. Hingga kini, pemilik kapal juga belum menerima kabar dari kru.
Berdasarkan koordinat dugaan hilangnya kapal di 6°14’40.52″ LS dan 105°40’49.48″ BT, tim SAR menempuh jarak 9,98 mil laut dari posisi RIB 02 Basarnas Banten dan memperkirakan waktu tempuh mencapai 40 menit.
Tim SAR mengidentifikasi sejumlah nama dalam rombongan. Mereka antara lain M. Bagus Khoirunnas (jurnalis Antara), Ari Basuki (jurnalis Merdeka), Yudhis (jurnalis iNews), Daus (jurnalis Anadolu), serta Donal yang merupakan pekerja lepas. Sementara itu, petugas masih mendata tiga awak kapal lainnya.
Hingga Selasa sore, tim pencarian belum menemukan seluruh korban. Mereka masih menelusuri lokasi terakhir keberadaan para korban.
“Hingga saat ini, kami belum menerima informasi bahwa seluruh korban sudah ditemukan. Basarnas baru mengerahkan tim dari Banten untuk sementara waktu,” tegas Rizky.
Basarnas bersama unsur SAR lainnya terus mencari seluruh penumpang dan awak speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. ***
Penulis : Tamrin
Editor : Najamudin Anaji







