Kawal Fisik dan Mental Kafilah MTQ Lombok Timur, Tim Medis Antisipasi Stres dan Masalah Lambung

Sabtu, 23 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dr. Ario Rifki Hidayatullah. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

dr. Ario Rifki Hidayatullah. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

LOMBOKINI.com – Memasuki hari kedua Training Center (TC) MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB, tim kesehatan mulai mengintensifkan pemantauan terhadap kondisi fisik dan psikologis para peserta. Langkah ini diambil guna mengantisipasi penurunan stamina akibat ketegangan dan tekanan menjelang perlombaan.

Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur secara khusus menerjunkan tim medis profesional untuk mengawal seluruh kafilah, pelatih, hingga panitia selama pemusatan latihan berlangsung di Tetebatu.

Dokter umum dari RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Ario Rifki Hidayatullah, mengungkapkan bahwa memasuki fase krusial ini, sejumlah peserta mulai menunjukkan gejala klinis yang dipicu oleh faktor psikologis atau stresor.

“Sekarang kami melihat peserta sudah mulai ada gejolak adrenalin (nervous). Karena ketegangan ini, keluhan yang muncul adalah asam lambung naik, nyeri ulu hati, hingga sering pusing. Rasa stres memang wajar mengarah ke sana,” ujar dr. Ario saat diwawancarai Kamis 21 Mei 2026.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Untuk menanggulangi kendala tersebut, tim kesehatan bergerak di ranah teknis dan non-teknis. Salah satu fokus utama adalah mengontrol ketat asupan nutrisi dan pola makan para kafilah selama satu minggu masa karantina.

“Kami merawat gizi mereka dengan memilih makanan yang layak, yang tidak mengganggu lambung sampai pada pita suara mereka,” jelasnya.

Selain pengaturan menu, tim medis bekerja sama dengan panitia untuk menyisipkan agenda pemeriksaan di antara padatnya rundown kegiatan TC.

Intervensi medis berupa pembagian vitamin, penyediaan obat-obatan, serta edukasi berkala terus digencarkan agar kondisi fisik peserta tidak kedodoran. Pemantauan ini bahkan diperluas hingga menyasar para pelatih dan panitia di lokasi.

Baca Juga :  Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Terkait dukungan logistik, dr. Ario memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan yang disokong oleh Pemda dan pihak rumah sakit sudah sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan seluruh peserta selama di Tetebatu.

Ia pun berpesan agar para kafilah kini lebih fokus pada penguatan mental, mengingat kemampuan teknis seluruh peserta sebenarnya sudah berada di level yang matang.

“Harapan kita, peserta bisa menyiapkan mental dengan benar. Kalau kemampuan, alhamdulillah peserta kita sudah bagus-bagus semua. Sebab jika mental tidak baik, itu akan langsung mempengaruhi fisik mereka,” pungkasnya. ***

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA