LOMBOKINI.com – Puluhan ribu jamaah dan alumni NWDI membanjiri Lapangan Utama YPH PPD NWDI Pancor, Lombok Timur, Ahad (13/9/2026), menghadiri puncak peeingatan Hari Ulang Tahun (Hultah) NWDI ke-91 yang sekaligus memperingati Haul ke-29 Al-Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Acara berlangsung sejak pukul 08.00 WITA dan menghadirkan pimpinan PB NWDI, alim ulama, tokoh nasional, pemerintah daerah, serta santri dari ribuan madrasah NWDI.
Perhelatan akbar tahunan ini menghadirkan pimpinan PB NWDI, para alim ulama, tokoh nasional, jajaran pemerintah daerah, serta santri dari ribuan madrasah NWDI.
Tampak hadir Al-Ustadz Asy-Syaikh ‘Alaa’ Mustafa Na’imah Al-Azhari Asy-Syafi’i, Al-Habib Jindan bin Noufal bin Salim bin Jindan, Ustaz H. Abdul Somad, Ph.D. (UAS), dan Direktur 32 BIN Dr. Achmad Zainal Huda, keluarga ulama kharismatik Bogor, Kiai Haji Falak (Mama Falak).
Suasana khidmat dan penuh rasa tasyakur menyelimuti lokasi acara. Panitia membuka rangkaian acara dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Shalawat Nahdlatain, serta pengutipan wasiat-wasiat Al-Maghfurlah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Puluhan ribu jamaah melantunkan bacaan itu bersama-sama dan menciptakan suasana penuh haru dan kekhusyukan.
Pesan Kebangsaan dan Perjuangan TGB
Ketua Umum PB NWDI TGB. Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, M.A., menyampaikan amanat pengarahan. Ia menekankan pentingnya merawat jaringan silaturahmi yang telah lama dirintis para pendahulu. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan dakwah dan perjuangan NWDI di tengah masyarakat.
“Tiang ikhtiarkan bersilaturrahim menyambung hubungan kepada keluarga, penerus, dan murid dari sahabat guru kita. Tiang yakin, dengan bersilaturrahim insya Allah akan mendatangkan keberkahan untuk perjuangan NWDI kita,” ujar TGB.
TGB menggarisbawahi warisan besar Al-Maghfurlah Maulana Syaikh. Warisan itu tidak hanya berupa lebih dari 1.100 madrasah di seantero Indonesia, tetapi juga nilai-nilai taqwa, wirid, zikir, serta persahabatan erat dengan para ulama dunia. Ia menegaskan pesan utama Hultah kali ini, yaitu penguatan asas pendidikan Islam berupa bina’ul insan atau pembangunan jiwa manusia.
“Asasu at-tarbiyah binaa’ul insan. Asas dari pendidikan, termasuk yang dilaksanakan oleh Ninikda Maulana Syaikh adalah membangun jiwa manusia,” ucap TGB.
TGB menegaskan peringatan Hultah bukan sekadar ajang berkumpul atau seremonial tahunan semata. Ia menyebut momentum ini sebagai ruang evaluasi diri dan penguatan ikatan persatuan ukhuwah Islamiyah serta ukhuwah wathaniyah.
“Hultah ke-91 ini adalah ruang bagi kita semua untuk menyegarkan kembali komitmen perjuangan Maulana Syaikh Pahlawan Nasional. Kita harus memastikan bahwa lembaga pendidikan, dakwah, dan sosial NWDI terus memberikan kontribusi nyata untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI,” tegas TGB di hadapan jamaah.
TGB kemudian memaparkan tiga poin utama bina’ul insan yang ia sadur dari tugas kenabian dalam Surah Al-Jumu’ah. Poin-poin itu menjadi pedoman bagi para guru dan orang tua di lingkungan NWDI.
Pertama, Yatluu ‘alaihim, yaitu mengajar dan membimbing dengan kesabaran. TGB mengajak jemaah meneladani kerendahan hati Al-Maghfurlah Maulana Syaikh. Meski berpendidikan tinggi di Shaulatiyah, ia rela berkeliling desa selama tiga tahun hanya untuk mengajar pengucapan salam yang benar.
“Beliau saja sanggup sabar selama tiga tahun mengajarkan salam, mengapa kita tidak. Maka kita yang ilmunya hanya seujung kuku ini harusnya lebih sabar mendidik anak-anak kita,” kata TGB penuh semangat di hadapan para jemaah.
Kedua, Wa yuzakkiihim, yaitu pembersihan jiwa dan tarbiyatun nufus. TGB menekankan pentingnya melembutkan hati dan mengikis kebencian melalui amalan hizib, zikir, dan shalawat.
“Tarbiyatun nufus itu artinya melunakkan hati kita. Jangan ada kebencian di dalam hati, ganti saja dengan mahabbah (rasa cinta), ganti dengan pemaafan,” imbuhnya.
Ketiga, Wa yu’allimuhumul kitaaba wal hikmah, yaitu pengajaran ilmu yang mu’tabar. TGB menilai poin ini paling penting. Ia mengajak semua pihak membekali generasi muda dengan pemahaman Al-Qur’an, sunnah, tuntunan agama, serta rasa cinta terhadap pahlawan dan tanah air.
“Ini yang paling penting. Membekali generasi muda dengan pemahaman Al-Qur’an, sunnah, tuntunan agama, serta rasa cinta terhadap pahlawan dan tanah air,” pungkasnya sembari menggemakan yel-yel: “Pokoknya NW, Pokok NW Iman dan Taqwa! NWDI Fastabiqul Khairat!”
Tausiyah Kebangsaan UAS
Suasana Hultah semakin membakar semangat jamaah ketika Ustaz H. Abdul Somad, Ph.D. (UAS), naik ke atas panggung untuk menyampaikan tausiyah utamanya. UAS menyoroti keagungan visi pendidikan dan dakwah Al-Maghfurlah TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang mampu mendirikan madrasah NWDI hingga berkembang pesat dan melahirkan jutaan alumni di seluruh Indonesia.
Beberapa poin penting yang disampaikan UAS dalam ceramahnya antara lain:
Keutamaan menuntut ilmu dan istiqomah berdakwah. UAS mengagumi konsistensi perjuangan Maulana Syaikh dalam membangun sistem pendidikan Islam di Lombok yang berorientasi pada pembentukan akhlak dan keilmuan moderat (wasathiyah).
Menjaga sanad keilmuan dan akhlak. UAS mengingatkan para santri dan jamaah agar selalu tersambung sanad keilmuannya kepada para ulama dan guru, serta senantiasa memuliakan jasa pahlawan nasional yang telah berkorban demi agama dan bangsa.
Pentingnya menjaga persatuan umat. Dalam gaya khasnya yang lugas dan diselingi humor bernas, UAS mengajak puluhan ribu jamaah untuk tetap merawat persaudaraan, menghindari perpecahan, serta menjadi pilar keteladanan di tengah masyarakat.
Pendidikan perempuan atau NBDI. UAS memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen NWDI sejak awal berdirinya yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan kaum perempuan (NBDI), sebagai madrasah pertama bagi generasi penerus bangsa.
Setelah rangkaian ceramah, panitia menutup acara puncak dengan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa, negara, dan seluruh jamaah.
Pihak Kepolisian, TNI, dan Satgas NWDI mengamankan seluruh prosesi acara. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan tertib. ***
Editor : Najamudin Anaji









![PT Bintang Perdana Gemilang. [Foto: Istimewa]](https://lombokini.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0100-360x200.jpg)




Komentar