Ketimpangan Pariwisata Teluk Ekas: Investor Datang, Warga Tak Nikmati Manfaat

Jumat, 27 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lotom Soroti Ketimpangan Pariwisata Teluk Ekas: Investor Datang, Warga Tak Nikmati Manfaat. (Foto: Lombokini.com).

Bupati Lotom Soroti Ketimpangan Pariwisata Teluk Ekas: Investor Datang, Warga Tak Nikmati Manfaat. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, (Lotim) H. Haerul Warisin, menegaskan bahwa ketimpangan pengelolaan pariwisata di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, merugikan pelaku usaha lokal.

Bupati Haji Iron menyoroti dominasi tour guide dari luar daerah yang mengurangi manfaat bagi pemilik hotel, restoran, dan kafe setempat.

“Banyak investor masuk ke Teluk Ekas, tetapi masyarakat dan pelaku usaha lokal tidak merasakan manfaat optimal,” ujarnya saat bertemu pelaku wisata di Pendopo Bupati, Jumat 27 Juni 2025.

Dia menjelaskan bahwa satu perahu yang dioperasikan tour guide luar bisa mengangkut 25 wisatawan beserta perlengkapan selancar. Namun, para wisatawan itu jarang berinteraksi dengan masyarakat atau menggunakan jasa penginapan dan kuliner lokal.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

“Pemandunya juga bukan warga sini. Kalau ada yang bilang tamu diusir, silakan turun ke lapangan. Kita harus lihat langsung,” tegasnya.

Karena itu, dia menekankan pentingnya menertibkan kondisi ini agar pariwisata memberikan keadilan bagi semua pihak.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa keselamatan wisatawan menjadi tanggung jawab bersama.

“Contohnya, kasus di TNGR yang mengakibatkan wisatawan asal Brasil terjatuh. Itu tetap menjadi tanggung jawab pemda,” ucapnya.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Bupati mengajak pelaku usaha, investor, dan pemerhati wisata bekerja sama membangun pariwisata Lombok Timur yang adil dan berkelanjutan.

“Wisatawan boleh datang dari mana saja, tetapi harus memberi manfaat bagi masyarakat lokal,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Lotim akan membentuk pos pelayanan pariwisata untuk memastikan pengelolaan berjalan tertib dan menguntungkan semua pihak.

“Kita akan pastikan semuanya berjalan adil,” tutupnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas
HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027
Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:59 WITA

Syamsuddin Pimpin ABUJAPI NTB, Usung Satpam Naik Kelas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:55 WITA

HMI Mengkritik Gubernur NTB Terkait Kunjungan Turki dan Penundaan Pembahasan APBD 2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:48 WITA

LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA