Dr. Mugni Pimpin DPKD Lotim dengan Lima Gebrakan Inovatif

Sabtu, 10 Mei 2025 - 22:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Mugni Pimpin DPKD Lotim dengan Segera Luncurkan Lima Gebrakan Inovatif. (Foto: Lombokini.com).

Dr. Mugni Pimpin DPKD Lotim dengan Segera Luncurkan Lima Gebrakan Inovatif. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comSenyumnya lebar, tawanya lepas. Dr. H. Mugni, mantan Kepala BKPSDM Lombok Timur, kini memimpin Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Lombok Timur (Lotim). Ia menyambut setiap orang dengan keramahan khasnya.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melantik Mugni secara solo pada Rabu, 7 Mei 2025 sore, di lobi Kantor Bupati. Momen ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan warganet dan mantan pejabat eselon dua, baik yang masih aktif maupun sudah pensiun.

Namun, Mugni menyikapi pelantikannya yang solo dengan santai. “Kenapa jadi sorotan? Biasa saja. Sempat kaget juga, kok sendirian? Tapi tidak masalah. Biar jadi cerita unik dalam sejarah birokrasi Gumi Selaparang,” ujarnya sambil tertawa saat ditemui di kantor barunya, Jumat 9 Mei 2025.

Pria yang dikenal sebagai birokrat senior ini mengaku telah lama berkecimpung di dunia birokrasi, khususnya di bidang kepegawaian.

“Saya pejabat paling lama di BKD/BKPSDM. Pernah menjabat Sekretaris BKD (2009-2012) dan terakhir Kepala BKPSDM dari April 2022 hingga 7 Mei 2025,” jelasnya.

Mugni menilai dinamika pelantikan pejabat sebagai hal biasa. Ia menegaskan, tidak etis bagi pejabat yang akan dilantik untuk menanyakan posisi atau jumlah peserta pelantikan.

Fokus pada Rencana Kerja

Alih-alih membahas pelantikannya, Mugni lebih memilih memaparkan rencana kerjanya di DPKD. “Sekarang kita sudah di kantor baru, yuk bahas program kerja. Apa gebrakan saya di sini?” ujarnya, mengalihkan topik ke agenda strategis.

Baca Juga :  Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB dan 13 Pejabat Eselon II

Rekam Jejak Penuh Inovasi

Mugni telah membuktikan kapasitasnya melalui berbagai terobosan. Saat memimpin Dinas Pariwisata, ia mewajibkan ASN mengenakan pakaian adat setiap Kamis, menggelar Car Free Day tiap Ahad, meluncurkan Pekan Pesona Gumi Selaparang (PPGS), dan mengembangkan desa wisata.

Di BKPSDM, ia menciptakan program ASN MANTAP, memantau apel pagi, kehadiran setelah istirahat, dan apel sore yang diawali pembacaan ringkasan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN.

Kembali ke “Rumah Ketiga”

Mugni menyebut DPKD sebagai “rumah ketiga” dalam karier birokrasinya. “Bagi guru yang masuk birokrasi, home base-nya adalah Dinas Pendidikan, BKPSDM, dan Perpustakaan. Jadi, saya merasa pulang ke rumah sendiri,” katanya.

Setelah apel perpisahan di BKPSDM, Kamis 8 Mei 2025, Mugni langsung menuju kantor barunya pukul 08.00 WITA. Meski pegawai masih di lapangan, ia segera berkenalan dengan staf DPKD.

Observasi dan Perbaikan Fasilitas

Mengikuti ajaran almarhum gurunya, H. Hariyadi Djuwainy, Mugni melakukan observasi di hari pertamanya. Ia menilai DPKD sebagai kantor paling representatif di antara empat OPD yang pernah dipimpinnya luas, nyaman, dan tidak bocor.

Namun, ia menyoroti kondisi musholla yang perlu direnovasi. “Musholla lama kami bongkar untuk pembangunan gedung baru dari DAK Perpustakaan 2024 senilai Rp9 miliar,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya musholla yang nyaman bagi pengunjung perpustakaan.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Evaluasi PAD, Bupati Sebut 2026 Tahun Berat

Lima Gebrakan Perdana

Dari rapat perdana dengan jajaran DPKD, Jumat 9 Mei 2025, Mugni menetapkan lima kebijakan awal:

  1. Mendesain ulang musholla dan kamar mandi segera setelah libur.
  2. Mengaktifkan kembali fasilitas penunjang, seperti mobil pembinaan dan Perpustakaan Keliling.
  3. Memperpanjang jam operasional perpustakaan menjadi enam hari kerja (Senin-Sabtu) mulai 17 Mei 2025.
  4. Memberikan fleksibilitas bagi ASN yang bertugas di Sabtu untuk mengambil libur antara Selasa-Jumat (kecuali Senin).
  5. Menerapkan MAPUSTAKI (Masuk Perpus Tanpa Alas Kaki) mulai 14 Mei bagi semua pengunjung.

“Tujuannya agar masyarakat yang sibuk di hari kerja tetap bisa berkunjung pada Sabtu, terutama mahasiswa atau ASN yang sedang kuliah,” paparnya.

Konsep Nyaman ala Kampus

Mugni mengadopsi pengalamannya sebagai mahasiswa S2 (UNESA) dan S3 (UNJ), di mana pengunjung perpustakaan kampus harus melepas alas kaki dan bisa membaca sambil duduk atau bahkan rebahan.

“Di ruang koleksi, pengunjung bisa membaca dengan santai. Lotim perlu meniru konsep ini,” katanya. Ia juga mendorong sekolah-sekolah untuk menjadwalkan kunjungan ke perpustakaan setiap Sabtu.

Dari pelantikan solo hingga MAPUSTAKI, gebrakan Dr. Mugni di DPKD membuktikan bahwa birokrasi bisa berjalan santai namun progresif. Gaya kepemimpinannya mencerminkan sosok santri, aktivis, dan akademisi yang visioner.***

Berita Terkait

Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya
Pemkab Lotim Evaluasi PAD, Bupati Sebut 2026 Tahun Berat
Bupati Lombok Timur Minta Maaf soal Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Pengamat: Tagline ‘Kolotan’ Sekda NTB Kontraproduktif
Iqbal Lantik Abul Chair sebagai Sekda NTB dan 13 Pejabat Eselon II
143 Kades Habis Masa Jabatan, Pemkab Lombok Timur Konsultasikan Pilkades ke Pusat
Bupati Haerul Warisin Lakukan Audiensi ke KSP, Bahas Ekonomi hingga Kunjungan Presiden ke Lombok Timur

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA