Bupati Sukiman Azmy Tegaskan Tutup Ritel Modern Bila Masyarakat Menolak

Jumat, 14 Juli 2023 - 13:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy. (Ong)

Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy. (Ong)

LOMBOKINI.com Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy menegaskan, sesuai janjinya tidak mengeluarkan izin baru ataupun perpanjangan izin ke pengusaha ritel modern jenis Alfamart dan Indomaret.

“Tidak ada izin baru kita terbitkan,” tegas Sukiman, saat dikonfirmasi Lombokini.com pada Jumat, 14 Juli 2023.

Keberadaan ritel modern jenis Alfamart di Desa Sembalun Kecamatan Sembalun, saat ini tengah berkonflik. Sebagian masyarakat menolak dan meminta di tutup permanen.

Pembagunannya tidak melalui mekanisme seperti sosialisasi ke masyarakat ataupun surat rekomendasi dari desa, bagaikan hantu.

Bahkan, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur, Husnul Basri yang langsung meninjau ke lokasi, pada Kamis, 13 Juli 2023 meminta dokumen – dokumen terkait izin. Akan tetapi, pihak aAfamart yang jaga tidak bisa menunjukkan izinnya.

Baca Juga :  Bupati Lombok Timur Lepas 393 JCH Kloter 9 Embarkasi Lombok

Bupati pun geram, meminta untuk ditutup bila masyarakat menolak keberadaan ritel modern. Tidak hanya di Sembalun saja, tetapi di seluruh Lombok Timur.

“Kalau masyarakat menolak tidak boleh, apa lagi tidak ada izin, tutup!,” tegas Sukiman.

Orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini juga secara tegas mengatakan tidak ada izin baru dikeluarkan mengani ritel modern ini. Artinya, Bupati telah memenuhi janjinya untuk tidak memberikan izin.

Alfamart dan Indomaret semakin menjamur di Lombok Timur. Menjadi pertanyaan masyarakat, siapa yang melindungi pengusaha ini sehingga berani membangun tanpa izin.

Baca Juga :  Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis

Dari penurutan warga kepada Lombokini.com, sebelumnya, saat mulai membangun ruko untuk Alfamart di Sembalun, di setop oleh warga setempat.

Namun, pemilik lahan membawa aparat kepolisian ke rumah kepala desa, untuk menanyakan alasan penyetopan pembangunan itu.

Sementara, pemilik lahan mengatakan, dia bekerja hanya untuk menebang kayu. “Hanya menebang kayu saja ko dikawal polisi,” tutur warga sekitar.

Kemudian dilanjutkan dengan membangun ruko. Dengan alasan bahwa ruko tersebut rencananya untuk membuka grosiran dan menjual alat – alat gunung.

“Setelah jadi, tau – taunya dipasang plang Alfamart,” pungkasnya.***

Penulis : Ong

Berita Terkait

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan
Masih Kekurangan Dokter Spesialis, Faskes di Lotim Belum Dapat Akomodir Nakes Baru Lulusan Perguruan Tinggi 
Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya Belum Dapat Kejelasan, Bantuan Stimulan Tak Tepat Sasaran
Cuaca Tak Menentu dan Harga Fluktuatif, Petani Vanili Lenek Duren Tetap Bertahan
Jurnalis Warga Kampanyekan Irigasi Tetes di Lahan Kering Lombok Timur
Bupati Lotim Terima Audiensi Bulog dan Disperindag NTB, Bahas Tiga Program Strategis
Lantik Pengurus Kwarcab, Bupati Lombok Timur Minta Pramuka Perkuat Karakter Generasi Muda
Bupati Lombok Timur Serahkan Bantuan Rp 2 Juta ke Pedagang Korban Kebakaran Pasar Pringgabaya

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA