LOMBOKINI.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob untuk wilayah pesisir Lombok dan Bima. BMKG memprediksi fenomena ini akan terjadi mulai 21 hingga 28 Oktober 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Satria Topan Primadi, menjelaskan bahwa kombinasi pasang air laut maksimum dan gelombang tinggi memicu ancaman ini.
“Untuk wilayah perairan Lombok, tinggi gelombang berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter, sementara di perairan Sape mencapai 1,25-2,5 meter,” jelas Satria dalam keterangan resminya, Selasa 21 Oktober 2025.
BMKG juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak. Wilayah tersebut meliputi Ampenan, Sekarbela, dan Gerung di Lombok; Sumbawa dan Labuhan Badas di Sumbawa; serta Palibelo, Woha, hingga Sape di Bima.
BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir, bantaran sungai, dan dataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan air.
“Masyarakat diimbau selalu siaga dan mengikuti informasi terkini dari BMKG,” tegas Satria. ***
Penulis : Harry Bahagia







