Aliansi Perempuan NTB Tolak Peleburan Dinas P3AP2KB: Kebijakan Gubernur Dinilai Diskriminatif

Rabu, 9 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Perempuan dan Anak NTB Hearing ke DPRD NTB menolak Peleburan Dinas P3AP2KB: Kebijakan Gubernur Dinilai Diskriminatif. (Foto: Lombokini.com).

Aliansi Perempuan dan Anak NTB Hearing ke DPRD NTB menolak Peleburan Dinas P3AP2KB: Kebijakan Gubernur Dinilai Diskriminatif. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak NTB menolak kebijakan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal yang melebur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) ke dalam Dinas Sosial (Dinsos). Mereka menyampaikan penolakan tersebut melalui hearing di DPRD Provinsi NTB.

Aliansi ini juga menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, memenuhi janji kampanye mereka untuk menjadikan isu perempuan dan anak sebagai prioritas utama.

Baca Juga :  Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III

“Kami tidak menerima bayaran dari siapapun. Kami murni bekerja untuk kemanusiaan. Pak Gubernur, apakah Tim Percepatan melibatkan perempuan? NTB kini menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang meleburkan Dinas P3AP2KB. Ini sangat memprihatinkan,” tegas Yanti, perwakilan Aliansi Pemerhati Perempuan dan Anak NTB, dalam hearing di DPRD NTB, Rabu, 9 April 2025.

Baca Juga :  Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Ia menegaskan bahwa peleburan ini mendiskriminasi perempuan dan anak.

Yanti juga menyoroti persoalan serius di NTB, seperti tingginya angka stunting, pernikahan dini, dan berbagai isu lain yang memerlukan perhatian khusus. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional
Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah
Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III
Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai
Satpol PP Tertibkan Lapak di Labuhan Haji, Temukan Kuitansi Nama Perempuan Bertarif Rp 50-200 Ribu
TGB Buka Muswil II NWDI Sulbar, Tekankan Empat Pesan Perjuangan
IKADIN NTB Lantik dan Kukuhkan 25 Advokat, Tegaskan Integritas Profesi
DPC PDIP Lotim Siap Beri Sanksi Anggota DPRD jika Terbukti Kelola Dapur MBG

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:50 WITA

Bang Boy Minta ABUJAPI NTB Jaga Sinergi dengan Polda NTB Jelang Musda III

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:42 WITA

Dekan FH Unram Tegaskan Komisaris BUMD Tak Boleh Berstatus Fungsionaris Partai

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:31 WITA

Satpol PP Tertibkan Lapak di Labuhan Haji, Temukan Kuitansi Nama Perempuan Bertarif Rp 50-200 Ribu

Berita Terbaru

Dokter Umum RSUD Soedjono Selong, Dr Ario menjelaskan tentang Influenza A yang marak diperbincangkan saat ini.

Kesehatan

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:51 WITA

Calon Ketua Umum BPD ABUJAPI NTB, Syamsuddin, S.Sos, S.H, M.H., atau Bung Syam.  (Foto: Lombokini.com).

Berita

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WITA

Warga rentan, petani, dan pelaku usaha kecil menanggung beban kenaikan PKB dan PBBKB melalui Perda NTB No. 3/2026. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Senin, 5 Okt 2026 - 19:09 WITA