Misteri Kematian Pemandu Snorkeling Inggris di Pantai Pink Lombok Timur

Rabu, 30 Juli 2025 - 20:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Misteri Kematian Pemandu Snorkeling Inggris di Pantai Pink Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

Misteri Kematian Pemandu Snorkeling Inggris di Pantai Pink Lombok Timur. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com Bethany Anne Rebecca (24), seorang pemandu snorkeling berkebangsaan Inggris, tewas secara misterius di laut Semangko, Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 30 Juli 2025, sekitar pukul 11.50 WITA.

Kapolsek Jerowaru IPTU Abdul Hadi menjelaskan, korban dan rombongan berangkat dari Kuta, Lombok Tengah, Rabu pagi pukul 08.00 WITA. Mereka menggunakan kapal Raraditia yang dinahkodai Kapten Saleh.

“Isi dalam satu kapal itu sebanyak 10 orang, yaitu 1 kapten kapal, 4 kru kapal, 3 tamu WNA, 2 pemandu WNA, termasuk korban,” ujar Kapolsek.

Baca Juga :  Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion

“Rombongan pertama kali melakukan snorkeling di Gili Petelu sebelum berpindah ke laut Semangko,” sambungnya.

Di laut Semangko, sesama pemandu berkewarganegaraan Amerika, Mr. Shiuady, mengajak Bethany menyelam sambil menunggu rombongan bersiap makan siang. Saat menyelam di kedalaman 10-15 meter, Mr. Shiuady melihat kondisi Bethany tidak normal. Ketika ia berusaha menarik Bethany ke permukaan, Bethany tiba-tiba mengalami kejang-kejang.

Menyaksikan kejadian itu, Mr. Shiuady meminta kru kapal segera membawa Bethany ke darat. Kapten Saleh langsung mengarahkan kapal ke dermaga Telong-Elong dan menghubungi tenaga medis Puskesmas Jerowaru. Namun, tim medis menyatakan Bethany telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas. Mereka sempat memberikan pertolongan pertama di lokasi.

Baca Juga :  BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD

Keluarga membawa jenazah Bethany ke RS Bhayangkara Polda NTB. Polres Lombok Timur, melalui Humas AKP Nicolas Osman, menyatakan pihak berwenang akan melakukan visum et repertum untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Saat ini, penyelidikan terhadap kasus ini masih terus berlangsung. ***

Berita Terkait

BPBD NTB dan Lombok Timur Uji Ketangguhan Desa dengan SIK SIAGA
Bapenda Lombok Timur Luruskan Redaksi SPPT PBB: Rumah Wajib Pajak Tidak Akan Disita
KPK Pantau Implementasi Desa Antikorupsi di Lombok Timur
KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara
Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
TGB Zainul Majdi Luruskan Nama Pondok dan Organisasi di RDP Kasus Penganiayaan Santri

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:04 WITA

Digerebek Warga, Pria Ngamar dengan Istri PMI ini Ngumpet di Bawah Meja Dapur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:11 WITA

KPK Geledah Rumah Kontraktor di Lombok Timur Terkait OTT Bupati Lombok Barat, Pemilik Rumah Buka Suara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:52 WITA

Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:38 WITA

Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:26 WITA

Gulung Jaringan Curanmor di Terara, Tim Gabungan Polres Lotim Amankan 3 Pelaku dan 9 Motor

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:12 WITA

TGB Sesalkan Klaim Kuasa Hukum yang Kaitkan Emas 74 Kg dengan Yayasan Dakwah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:31 WITA

KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WITA

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Berita Terbaru

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin. (Foto: Lombokini.com/Paozan Azima).

Politik

Haerul Warisin Tegaskan Jangan Seret Gerindra ke Kasus LAZ

Senin, 3 Agu 2026 - 22:42 WITA

PT Amman Mineral International Tbk mengoperasikan smelter peleburan bijih tambang di Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. (Foto: Lombokini.com/Amman.co.id).

Opini

Beroperasinya Smelter PT. AMMAN: Renegoisasi Royalti 

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:46 WITA