Pemerintah Daerah Lombok Timur Upayakan Keseimbangan Harga Komoditas Pertanian

Sabtu, 31 Agustus 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik panen raya bawang putih di Sembalun. (foto: lombokini.com/istimewa)

Pj Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik panen raya bawang putih di Sembalun. (foto: lombokini.com/istimewa)

LOMBOKINI.com – Salah satu tantangan utama sektor pertanian di Lombok Timur adalah fluktuasi harga komoditas pertanian. Meski petani telah berhasil meningkatkan produksi, mereka sering kali menghadapi masalah harga jual yang tidak memadai.

Mengenai persoalan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim), terus berupaya memperbaiki jaringan perdagangan guna memastikan mekanisme yang adil dan menguntungkan bagi petani serta melindungi daya beli masyarakat.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, sesaat sebelum memimpin panen raya bawang putih di lahan Kelompok Tani Gureja Paok, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Baca Juga :  Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

“Jaringan-jaringan perdagangan juga sedang dipikirkan. Pemerintah selalu berupaya berada di posisi keseimbangan. Petani panennya bagus, tetapi harga juga tidak boleh kurang bagus, bagaimana sama-sama bagus,” jelasnya

Selain isu harga, Pj Bupati juga menyoroti pentingnya regenerasi petani di Lombok Timur. Dia berharap agar profesi petani bisa menjadi pilihan utama, terutama di wilayah Sembalun yang dikenal sebagai pusat hortikultura.

“Harapan kami tidak saja Sembalun untuk Lombok Timur, Sembalun untuk NTB, Sembalun untuk Indonesia, bahkan Sembalun untuk dunia,” harap Pj Bupati.

Mengakhiri sambutannya, Pj. Bupati mengingatkan para petani untuk terus bekerja keras, tidak cepat puas, dan saling bekerja sama demi kemajuan bersama.

Baca Juga :  HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim

Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Sahri, sebelumnya melaporkan bahwa budidaya bawang putih di Lombok Timur tahun ini mencapai luas 425 hektar, tersebar di tiga kecamatan, yakni Sembalun, Suela, dan Wanasaba.

“Sembalun memiliki areal paling luas dengan 380 hektar dan berat panen mencapai 21 ton per hektar,”kata Sahri.

Dia berharap, program bawang putih yang didukung oleh Upland Project ini dapat mencapai target di atas 93%. Sehingga program ini bisa terus mendapatkan dukungan untuk peningkatan kapasitas kelembagaan dan keterampilan petani dalam penyediaan bawang putih di masa mendatang.***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Pemkab Lombok Timur Petakan Kebutuhan ASN, Ribuan Tenaga Honorer Masuk Usulan
Kebakaran di Pasar Keruak Hanguskan Empat Toko, Kerugian Capai Rp 400 Juta
Pemkab Lombok Timur Gelar Rakor Evaluasi Program Pencegahan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WITA

DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WITA

Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Selasa, 8 September 2026 - 14:42 WITA

Bapenda Lotim Kejar PAD Rp 600 M, Target 100 Persen Akhir Tahun

Selasa, 8 September 2026 - 06:24 WITA

Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Berita Terbaru