Mantan Kabais Soleman Ponto Desak Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, S.T., M.H. (Foto: Lombokini.com/Tamrin)

Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, S.T., M.H. (Foto: Lombokini.com/Tamrin)

LOMBOKINI.com – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Soleman Ponto menilai pembentukan tim khusus oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto belum memadai untuk mengusut skandal penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto. Kapolri membentuk tim khusus dan menunjuk Kabareskrim memimpin tim tersebut. Soleman mendesak Polri membuka ruang dan membentuk tim pemeriksa gabungan bersama unsur intelijen militer dan negara.

Soleman menegaskan penanganan kasus itu melampaui batas kewenangan penegakan hukum biasa. Kasus tersebut membuat Polri menetapkan eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak lain sebagai tersangka. Ia menggarisbawahi peretasan komunikasi yang melibatkan pimpinan tinggi kepolisian terhadap kepala negara merupakan ancaman langsung terhadap kedaulatan.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit dan Dua Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden

“Itu harus ada tim pemeriksa gabungan dari TNI, dari Bais, dari BIN, minimal bersama-sama kepolisian. Itu nggak bisa kalau hanya Polri. Ini tidak sesederhana pelanggaran hukum biasa, nggak bisa. Karena dia adalah kepala polisi dan yang disadap adalah kepala negara,” kata Soleman di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Mabes Polri telah menerjunkan tim khusus dan menetapkan Irjen Slamet Uliandi sebagai tersangka baru. Meski begitu, Soleman menilai langkah itu belum menyentuh substansi persoalan keamanan nasional.

“Ya kalau hanya Polri kan hanya penegakan hukum. Ini kan beyond itu, di luar itu, kurang berarti, ya tetap harus ada (tim gabungan),” tegasnya.

Baca Juga :  Kapolres Lotim Kejar Curanmor Sampai ke Plafon, Sempat Ayunkan Parang ke Anggota

Soleman menilai pembentukan tim independen lintas lembaga sebagai syarat mutlak yang tidak bisa ditawar untuk menjamin independensi dan objektivitas penyidikan. Ia menyebut pelibatan jajaran BAIS TNI hingga Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai wujud nyata tim independen yang negara perlukan saat ini.

Soleman menuntut pengusutan perkara penyadapan tingkat tinggi ini menggunakan metode interogasi intelijen demi melacak alur kebocoran data rahasia hingga ke pemesan utama.

“Butuh penyelidikan dan penyidikan itu harus dari interogasi oleh intelijen karena ini tidak hanya sekadar pelanggaran hukum. Ini adalah pelanggaran terhadap keamanan negara,” pungkasnya. ***

Penulis : Tamrin

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit dan Dua Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden
Siswa SD di Selong Diduga Jadi Korban Pelecehan Usai Dicekoki Miras, Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolres Lotim Kejar Curanmor Sampai ke Plafon, Sempat Ayunkan Parang ke Anggota
Mahkamah Partai Gerindra Memecat Tiga Kader karena Kasus Narkoba
Mabes Polri Copot Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Perwira usai Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Jaksa Pertahankan Tuntutan 2 Tahun Mugni, PH Tolak Dalil JPU dan Persoalkan Pasal 483 KUHP
PDAM Lotim Buka Paksa Mata Air Ambung, LSM Garuda Siap Dampingi Pemilik Lahan Tempuh Jalur Hukum
HIMMAH NWDI Nilai Plt Dirut PDAM Lotim Melampaui Kewenangan, Kebijakan Berpotensi Cacat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:12 WITA

Mantan Kabais Soleman Ponto Desak Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 22:35 WITA

Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit dan Dua Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden

Selasa, 3 November 2026 - 16:49 WITA

Siswa SD di Selong Diduga Jadi Korban Pelecehan Usai Dicekoki Miras, Polisi Lakukan Penyelidikan

Senin, 2 November 2026 - 23:32 WITA

Mahkamah Partai Gerindra Memecat Tiga Kader karena Kasus Narkoba

Senin, 2 November 2026 - 20:13 WITA

Mabes Polri Copot Kapolres Sukoharjo dan Nonaktifkan Tiga Perwira usai Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA