Kebiasaan Meminum Air PDAM Langsung dari Keran, Ternyata Ini Risikonya

Kamis, 9 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kebiasaan memimun air PDAM langsung dari keran.  (foto:google)

Ilustrasi kebiasaan memimun air PDAM langsung dari keran. (foto:google)

LOMBOKINI.com – Meminum air PDAM langsung dari keran, sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Lombok Timur (Lotim). Mereka beranggapan air PDAM cukup bersih, tanpa bakteri, dan aman dikonsumsi.

Air PDAM sebelum didistribusikan ke konsumen, pada bak penampungan diberikan senyawa klorin sebagai disinfektan.

Pemberian senyawa klorin ini, pun dilakukan uji kelayakan oleh Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim. Rutin per tiga bulan sekali.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Meski demikian, tidak menjamin air PDAM bebas dari kuman atau dianjurkan dapat diminum langsung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (Kabid P3KL) Dikes Lotim, Budiman Satriadi, menyarankan air PDAM sebaiknya dimasak, lalu diminum.

“Air PDAM tergolong air bersih, tapi tidak untuk diminum langsung,”ujar Budiman, Rabu, 8 November 2023.

Meminum air PDAM langsung dari keran, terang dia, memiliki risiko terhadap kesehatan. Karena, tidak menutup kemungkinan mengadung bakteri, timbal, dan tembaga dari kandungan pipa.

Baca Juga :  Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Adapun risikonya bagi kesehatan adalah sakit perut dan diare, infeksi usus dan kolera, cacingan, tifus, dan keracunan.

Untuk menghindari risiko-risiko tersebut, Budiman menyarankan air PDAM sebaiknya dimasak terlebih dahulu lalu diminum.

“Tapi tergantung kebiasaan. Tapi sebaiknya air itu di masak dulu untuk menghindari risiko itu,”imbuhnya.***

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA