LOMBOKINI.com — Mengakhiri rangkaian diskusi usai menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang diadakan pada tanggal 22 Oktober kemarin, tim peliputan khusus Katadata Green melanjutkan kunjungan lapangan ke Yayasan Juang Laut Lestari (JARI) yang berfokus pada pengelolaan dan konservasi kawasan pesisir Selat Alas, Jumat (23/10/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung implementasi tata kelola perikanan berkelanjutan yang mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal dan perempuan pesisir.
Staf Yayasan JARI, Isni Aini, menjelaskan bahwa lembaga yang didirikan oleh Taufik Hizbul Haq dan Hani Nusantara ini mendampingi masyarakat pesisir di tujuh desa strategis yang mengelilingi perairan Selat Alas.
Wilayah pendampingan mencakup lima desa di Kabupaten Lombok Timur—yakni Pringgabaya, Labuan Lombok, Seruni Mumbul, Padak Guar, dan Labuan Pandan—serta dua desa di Kabupaten Sumbawa Barat, yaitu Poto Tano dan Kertasari.
“Keberlanjutan laut tidak bisa diperjuangkan secara parsial. JARI bekerja bersama masyarakat pesisir di Selat Alas melalui pendekatan kolaboratif untuk memastikan ekosistem laut tetap lestari sekaligus memperkuat ekonomi warga,” terang Isni saat menerima kunjungan tim Katadata Green.
Dalam menjalankan aktivitasnya, JARI menerapkan tujuh pilar kerja utama. Pilar edukasi menyasar sekolah-sekolah dasar di kawasan pesisir untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.
Pada pilar konservasi dan riset, JARI bersama masyarakat melestarikan terumbu karang melalui transplantasi serta rehabilitasi kawasan pantai. Selain itu, JARI kini memfokuskan risetnya pada rekognisi atau pengakuan peran strategis perempuan pesisir dalam rantai tata kelola perikanan.
Di sektor ekowisata bahari, JARI mengemban model pengembanan berkelanjutan di gugusan pulau kecil (gili), seperti Gili Bidara di Lombok Timur dan Gili Namo di kawasan Gili Balu, Sumbawa Barat.
Tak kalah penting, pendampingan pengelolaan perikanan gurita berbasis sistem buka-tutup kawasan telah berjalan selama lima tahun di empat desa pendampingan.
Isni menegaskan bahwa kerja-kerja konservasi laut membutuhkan sinergi dan jejaring yang luas. Kendati beroperasi dengan tim kecil beranggotakan enam orang staf, JARI optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi perlindungan ekosistem Selat Alas dan kesejahteraan masyarakat pesisir secara inklusif.***
Penulis : Paozan Azima









![PT Bintang Perdana Gemilang. [Foto: Istimewa]](https://lombokini.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0100-360x200.jpg)




Komentar