Sekda Lotim: Kepatuhan Birokrasi dan Kemandirian Calon PMI Jadi Kunci Tata Kelola Migrasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Lombok Timur, Dr. Muhammad Juaini Taofik. (Foto: Paozan Azima/Lombokini.com).

Sekda Lombok Timur, Dr. Muhammad Juaini Taofik. (Foto: Paozan Azima/Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik, menyatakan kepatuhan penyelenggara sebagai faktor paling krusial dalam efektivitas pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia menyampaikan hal itu saat mewakili Bupati dalam Pelatihan Tata Kelola Migrasi dan Pelindungan PMI Tingkat Kabupaten/Kota, Kamis 18 Juni 2026.

Juaini meminta aparatur birokrasi menjadi garda terdepan dalam mematuhi seluruh aturan, mulai dari undang-undang hingga peraturan bupati. Ia memperingatkan bahaya pembiaran terhadap pelanggaran sekecil apa pun.

Baca Juga :  Ribuan Peserta Padati Pawai Ta'aruf MTQ NTB 2026, Kemenag Lotim Terjunkan Personel Ekstra

“Satu kali melanggar mungkin belum terlihat dampaknya, tetapi jika dilakukan berulang kali, pasti akan membawa dampak buruk,” tegasnya.

Pemda terus meningkatkan fasilitas pelayanan, termasuk menghadirkan Kantor Imigrasi Kelas II Lombok Timur. Namun, Juaini mengakui tantangan besar justru muncul pada fase awal keberangkatan. Rendahnya tingkat pendidikan dan literasi masyarakat menghambat kemandirian calon PMI dalam mengurus dokumen.

“Pendampingan tentu diberikan di awal, tetapi setelah itu mereka harus dibiasakan mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Sempat Terkendala Kabut Tebal, Evakuasi Udara Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil Dilakukan

Untuk menekan risiko pemberangkatan ilegal yang rentan terhadap perekrutan tidak etis, Pemda menguatkan regulasi berorientasi pelindungan pekerja.

Juaini Taofik menekankan dua langkah strategis: pertama, pelaku usaha wajib menerapkan rekrutmen etis dan bertanggung jawab penuh jika timbul persoalan; kedua, Pemda menyiapkan ruang mediasi bagi PMI yang menghadapi kendala hukum maupun non-hukum.

Pemda berharap pelatihan ini memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan para pekerja migran. ***

Penulis : Paozan Azima

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Pemkab Lombok Timur, Komisi I DPRD, dan FKKD Sepakati Pilkades Serentak Digelar 27 Januari 2027
Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset
TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya
Integrasikan Tradisi, Syiar Islam, dan Hiburan Rakyat: Pemkab Lombok Timur Gelar Festival Muharram 1448 H Selama Sepekan
Bupati Lotim Pastikan Mutasi Jabatan Kembali Digelar pada Juli 2026
Ribuan Peserta Padati Pawai Ta’aruf MTQ NTB 2026, Kemenag Lotim Terjunkan Personel Ekstra
Bapenda Wajibkan Parkir Lahan Pribadi dan Swasta Setor Pajak 10 Persen dari Omset
Temui Mendikdasmen, Bupati Haerul Warisin Pastikan Perbaikan SDN 5 Kotaraja dan SDN 1 Jerowaru yang Rusak Berat

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43 WITA

Ormas Keris Sasak Protes Dokter Tak Ramah dan Minta Layanan Setara di RSUD Selong

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:26 WITA

Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif, Wabup Edwin Buka Festival Muharram 1448 H di GOR Lalu Muslihin

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:08 WITA

Komisi IV DPRD Soroti ‘Darurat Data’ Infrastruktur, Anggaran Lombok Timur Terancam Meleset

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:01 WITA

Warga Suryawangi Tutup Paksa Tambang Galian C Ilegal

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:56 WITA

PDAM Lombok Timur Ungguli BUMD Lain dalam Kepuasan Publik

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:58 WITA

BPS Awali Sensus Ekonomi 2026 dengan Mendata Bupati Lombok Timur sebagai Contoh

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:32 WITA

Meriah dan Bermakna, 1.448 Dulang Tembolak Beak Semarakkan Festival Muharram Lombok Timur

Senin, 15 Juni 2026 - 21:45 WITA

TP-PKK NTB dan Lombok Timur Kolaborasi Wujudkan Desa Sakra sebagai Model Desa Berdaya

Berita Terbaru