LOMBOKINI.com – Musik modern memang mendominasi ruang hiburan generasi muda, tetapi seni hadrah Al-Habsyi justru menunjukkan geliatnya di Lombok Timur. Kondisi ini mendorong Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben menggelar Festival Gebyar 2026 Lomba Hadrah Al-Habsyi tingkat Kabupaten Lombok Timur. Panitia ingin menjaga tradisi sekaligus memberi ruang berekspresi bagi pemuda.
Panitia tidak menjadikan festival ini sekadar kompetisi memukul rebana dan melantunkan syair shalawat. Mereka menjadikan kegiatan ini sebagai ikhtiar menghidupkan warisan seni Islam di tengah perubahan zaman.
Ketua Panitia, Hamdani, menyatakan festival ini mampu melahirkan generasi penerus. Generasi itu tidak hanya menikmati seni hadrah sebagai tontonan, tetapi juga memahami nilai-nilai di dalamnya.
“Hadrah Al-Habsyi menyimpan pesan tentang adab, kebersamaan, sejarah, dan pembentukan karakter. Kami ingin generasi muda mewarisi pesan itu,” ujar Hamdani, Ahad 31 Mei 2026.
“Harapan kami generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi penerus tradisi hadrah yang sudah lama hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.
Panitia juga menjadikan festival ini sebagai wadah penyaluran bakat dan kreativitas anak muda dalam kegiatan positif. Di tengah gempuran musik modern, panitia ingin menunjukkan bahwa musik Islami tetap menarik dan mampu bersaing merebut minat generasi muda.
“Kami ingin membumikan karya-karya Islami melalui kebersamaan dan semangat progresif generasi muda,” kata Hamdani.
Festival ini menargetkan minimal 30 grup hadrah Al-Habsyi dari berbagai kecamatan di Lombok Timur. Seluruh peserta akan tampil dalam dua malam pelaksanaan lomba. Setiap malam akan menampilkan 15 grup.
Dewan juri akan fokus menilai sejumlah aspek: irama, variasi pukulan, tempo dan dinamika pukulan, keserasian pukulan dan lagu, power suara, pengaturan napas, keindahan suara, kesesuaian vokal dan backing vokal, mura’atul kalimat, kostum, sikap di panggung, serta ekspresi dan penghayatan.
Ketua Umum Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi, Wahyu Abdul Muttakin Sona, menilai perkembangan seni hadrah Al-Habsyi di Lombok Timur cukup menggembirakan. Minat generasi muda terhadap hadrah terus meningkat. Jika dulu hadrah lebih banyak berkembang di lingkungan pesantren dan majlis ta’lim, kini grup hadrah Al-Habsyi mulai tumbuh di sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
“Kami melihat anak muda Lombok Timur sekarang semakin melek hadrah. Banyak grup baru bermunculan dan kualitas penampilannya juga semakin baik,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, kualitas vokal para pegiat hadrah muda juga semakin meningkat. Banyak pelantun shalawat muda memiliki kemampuan vokal baik, pengucapan jelas, dan teknik matang.
Wahyu melihat hadrah kini berkembang menjadi ruang sosial positif bagi generasi muda. Banyak majelis hadrah berfungsi sebagai tempat berkumpul, belajar agama, berlatih seni, sekaligus mempererat persaudaraan.
Ia berharap seni hadrah Al-Habsyi ke depan tidak hanya bertahan sebagai kesenian tradisional Islam, tetapi juga menjadi media dakwah yang merangkul generasi muda dengan pendekatan kreatif dan sejuk.
Panitia membuka pendaftaran Festival Gebyar 2026 Lomba Hadrah Al-Habsyi Se-Lombok Timur mulai 26 Mei hingga 4 Juni 2026. Panitia akan menggelar technical meeting pada 7 Juni 2026, serta melaksanakan lomba pada 11-12 Juni 2026.
Peserta harus berasal dan berdomisili di Lombok Timur dengan jumlah maksimal 15 orang per grup. Setiap kelompok wajib membawakan satu lagu wajib, yakni Shalawat Burdah, serta satu lagu pilihan antara Ya Muhaimin Ya Salam atau Thala’al Badru. Durasi penampilan 15 menit dan panitia melarang peserta menggunakan alat musik elektrik.
Panitia menyiapkan total hadiah pembinaan sebesar Rp 4,5 juta disertai piala dan piagam penghargaan bagi para pemenang.
Informasi dan pendaftaran dapat dihubungi melalui kontak berikut:
Ihsan: WA 0877-5974-2588
Hilman: WA 0877-3534-9990







