TNI Bersenjata Lengkap Kawal Unjuk Rasa Anti Korupsi di Kejari Lombok Timur

Selasa, 12 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kodim 1615/Lotim Kerahkan Personel Bersenjata Lengkap Jaga Aksi Anti Korupsi di Kejari Lombok Timur, Selasa 12 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

Kodim 1615/Lotim Kerahkan Personel Bersenjata Lengkap Jaga Aksi Anti Korupsi di Kejari Lombok Timur, Selasa 12 Mei 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Kodim 1615 Lombok Timur menerjunkan personel bersenjata lengkap untuk berjaga di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Selasa 12 Mei 2026. Kehadiran aparat bersenjata lengkap itu langsung menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.

Komandan Kodim 1615 Lotim, Letkol Inf. Eky Anderson, langsung memimpin personel TNI yang membawa senjata laras panjang saat berjaga di kantor kejaksaan tersebut. Ia turut hadir di lokasi pengamanan.

Massa aksi mempertanyakan kehadiran aparat TNI itu. Ketua Gerakan Anti Korupsi, Ihwan, dalam orasinya mempertanyakan dasar pelibatan TNI dalam pengamanan aksi di kantor kejaksaan.

Baca Juga :  Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Belasan massa mendatangi Kantor Kejari Lotim untuk mendesak penuntasan sejumlah kasus dugaan korupsi.

“Yang kami sesalkan, kenapa kami selaku mahasiswa dan masyarakat harus dijaga oleh TNI di kejaksaan,” kata Ihwan di depan massa.

Sejumlah mahasiswa yang ikut aksi mengaku terkejut. “Kami kaget kejaksaan diamankan TNI bersenjata lengkap,” ujar salah seorang peserta aksi.

Para orator secara bergantian juga menegaskan bahwa pengamanan unjuk rasa merupakan ranah kepolisian.

“Kami pertanyakan kenapa TNI mengamankan aksi, padahal polisi ada. Ini sudah menyalahi wewenang, maka layak kami kembalikan ke barak,” teriaknya.

Baca Juga :  Pj Kades Ekas Buana Bantah Arahkan Isi Perdamaian Sekdes M dan ES

Aksi sempat memanas ketika seorang peserta mencoba menggoyang pintu gerbang Kantor Kejari Lotim. Personel pengamanan langsung merespons tindakan itu.

Dalam orasinya, Ihwan menegaskan tuntutan massa agar pejabat yang terlibat di sejumlah dugaan kasus korupsi ditangani hingga tuntas tanpa tebang pilih.

“Kami minta semua kasus korupsi harus tuntas, jangan ada permainan dalam kasus tersebut,” katanya.

Secara terpisah, seorang anggota TNI yang bertugas di lokasi mengaku hanya menjalankan perintah pimpinan.

“Kami hanya menjalankan perintah pimpinan saja,” ujarnya. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan
Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya
Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional
Logis NTB Minta Musyafirin Mundur dari Komisaris Independen Bank NTB Syariah

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:14 WITA

Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:29 WITA

Konsultasi Publik Bahas Amdal Bypass Lembar-Kayangan, PPK Targetkan Rampung 4 Bulan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:07 WITA

Gempa M5,2 Mengguncang Lombok Barat, Terasa hingga Denpasar, BMKG Ungkap Sumbernya

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA