LOMBOKINI.com – Kodim 1615 Lombok Timur menerjunkan personel bersenjata lengkap untuk berjaga di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Selasa 12 Mei 2026. Kehadiran aparat bersenjata lengkap itu langsung menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.
Komandan Kodim 1615 Lotim, Letkol Inf. Eky Anderson, langsung memimpin personel TNI yang membawa senjata laras panjang saat berjaga di kantor kejaksaan tersebut. Ia turut hadir di lokasi pengamanan.
Massa aksi mempertanyakan kehadiran aparat TNI itu. Ketua Gerakan Anti Korupsi, Ihwan, dalam orasinya mempertanyakan dasar pelibatan TNI dalam pengamanan aksi di kantor kejaksaan.
Belasan massa mendatangi Kantor Kejari Lotim untuk mendesak penuntasan sejumlah kasus dugaan korupsi.
“Yang kami sesalkan, kenapa kami selaku mahasiswa dan masyarakat harus dijaga oleh TNI di kejaksaan,” kata Ihwan di depan massa.
Sejumlah mahasiswa yang ikut aksi mengaku terkejut. “Kami kaget kejaksaan diamankan TNI bersenjata lengkap,” ujar salah seorang peserta aksi.
Para orator secara bergantian juga menegaskan bahwa pengamanan unjuk rasa merupakan ranah kepolisian.
“Kami pertanyakan kenapa TNI mengamankan aksi, padahal polisi ada. Ini sudah menyalahi wewenang, maka layak kami kembalikan ke barak,” teriaknya.
Aksi sempat memanas ketika seorang peserta mencoba menggoyang pintu gerbang Kantor Kejari Lotim. Personel pengamanan langsung merespons tindakan itu.
Dalam orasinya, Ihwan menegaskan tuntutan massa agar pejabat yang terlibat di sejumlah dugaan kasus korupsi ditangani hingga tuntas tanpa tebang pilih.
“Kami minta semua kasus korupsi harus tuntas, jangan ada permainan dalam kasus tersebut,” katanya.
Secara terpisah, seorang anggota TNI yang bertugas di lokasi mengaku hanya menjalankan perintah pimpinan.
“Kami hanya menjalankan perintah pimpinan saja,” ujarnya. ***
Penulis : Najamudin Anaji







