Kerja Sama Bali-NTB dan NTT Masuki Fase Implementasi Nyata

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bali, NTB, dan NTT tandatangani perjanjian teknis untuk memulai proyek percontohan kerja sama regional. (Foto: Lombokini.com/Pemprov NTB).

Gubernur Bali, NTB, dan NTT tandatangani perjanjian teknis untuk memulai proyek percontohan kerja sama regional. (Foto: Lombokini.com/Pemprov NTB).

LOMBOKINI.com – Tiga gubernur provinsi di Kawasan Timur Indonesia menandatangani sejumlah perjanjian teknis untuk mengimplementasikan kerja sama regional secara nyata.

Penandatanganan ini dilakukan dalam Pertemuan Ketiga Kerja Sama Regional (KR) Bali, NTB, dan NTT di Manggarai Barat, NTT, Rabu 28 Januari 2026.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa kolaborasi ini telah bergerak dari komitmen politik ke tahap realisasi.

“Kerja sama ini bukan lagi wacana. Kita sudah melihat dampak nyata, seperti penguatan konektivitas dimana rute penerbangan dari dan menuju NTB meningkat dari 18 menjadi 27 rute,” ujarnya.

Pertemuan sebagai tindak lanjut MoU November 2025 tersebut memfokuskan implementasi pada lima bidang prioritas:

  1. Optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi.
  2. Pengembangan super grid energi terbarukan kawasan.
  3. Penguatan perdagangan dan ekspor antarprovinsi.
  4. Pengembangan sistem transportasi dan konektivitas.
  5. Integrasi perencanaan pembangunan regional.
Baca Juga :  Pengamat: Tagline 'Kolotan' Sekda NTB Kontraproduktif

Kemudian, Gubernur Iqbal menyatakan kesiapan NTB memimpin studi kelayakan untuk pengembangan super grid energi terbarukan.

“Potensi energi surya, angin, air, dan panas bumi di kawasan ini sangat besar untuk mendukung ketahanan energi nasional,” tegasnya.

Sebagai tuan rumah, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan kesiapan provinsinya menjadi pusat koordinasi melalui Sekretariat Bersama.

Ia menyatakan kerja sama ini harus menjadi wadah kolaborasi konkret, bukan hanya kesepakatan administratif.

Baca Juga :  Pilkada 2029, Generasi Muda Ditunggu, Elite Lama Diminta Legowo

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menawarkan peran Bali sebagai hub pariwisata dan ekspor regional.

“Bali, NTB, dan NTT harus dibangun sebagai satu kesatuan kawasan ekonomi dan pariwisata yang saling melengkapi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB dan Gubernur Bali bersama-sama menguatkan komitmen dengan menandatangani surat kesiapan menjadi tuan rumah PON 2028 untuk diajukan kepada Presiden RI.

Ketiga provinsi sepakat mengakhiri pola pembangunan parsial dan bergerak bersama membangun Kawasan Bali-Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur. ***

Penulis : Muhammad Asman

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:21 WITA

Di Balik Narasi Akselerasi: Menguji Klaim Keadilan Pertumbuhan di Lombok Timur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:31 WITA

Swasembada Pangan di Era Presiden Prabowo: Apakah Sudah Tercapai? 

Rabu, 22 April 2026 - 10:52 WITA

Swasembada Pangan di Lombok Timur: Apakah Sudah Tercapai?

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WITA

Merintih dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan

Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WITA

Urgensi Muktamar Ke-35 NU di Lombok

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:17 WITA

Perampingan Birokrasi NTB: Jalan Senyap Menuju Pemerintahan yang Lebih Substantif

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:18 WITA

Watak Jahat Mengurus Kebudayaan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:52 WITA

Program ‘Ngopi’ di UIN Mataram: Ilmuwan Populis atau Ilmuwan Publik

Berita Terbaru

​Warga menunjukkan titik lokasi hilangnya seorang anak kepada anggota Polres Lombok Timur di Bendungan Pandandure, Kamis sore 7 Mei 2026. Insiden ini kembali memicu kewaspadaan warga di sekitar bendungan. (Foto: Lombokini.com/Humas Polres Lotim).

Lombok Timur

Bendungan Pandandure Merenggut Nyawa Anak 12 Tahun Asal Kalimantan

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:52 WITA