LOMBOKINI.com – Tim Medis Dukungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat pemulihan pascabanjir di Aceh Utara. Memasuki hari keempat, tim yang dipimpin Lalu Madahan, SKM., MPH, itu berhasil memulihkan layanan kesehatan dasar, memperluas jangkauan ke pengungsi, dan memperkuat sistem koordinasi darurat.
Berdasarkan rilis Pemprov NTB, Kamis 25 Desember 2025, tim terlebih dahulu fokus memulihkan layanan di Puskesmas Simpang Tiga Utara. “Kami membersihkan puskesmas secara gotong royong bersama tenaga kesehatan dan masyarakat setempat,” jelas Madahan.
Upaya itu pun berhasil membuka kembali layanan dalam gedung secara bertahap. Pada hari itu saja, puskesmas melayani 35 pasien dengan keluhan umum, infeksi kulit, ISPA, dan kontrol pascabencana.
Selanjutnya, tim menggerakkan layanan kesehatan keliling ke Posko Pengungsian Matang Keutapang. Hasilnya, tim memeriksa 62 pengungsi yang mayoritas mengalami gangguan pernapasan dan pencernaan.
Tidak hanya fisik, tim juga memberikan pendekatan komprehensif melalui dukungan psikososial. Mereka melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak di dua lokasi. Di Puskesmas Simpang Tiga Utara, 15 anak usia 3-9 tahun mengikuti terapi aktivitas bermain. Sementara itu, di Posko Pengungsian Krung Lingka, tim memberikan intervensi kelompok dan penguatan rutinitas spiritual bagi 19 anak dan remaja usia 4-18 tahun.
Untuk memperkuat koordinasi, tim menyusun Peta Respons Bencana Digital berbasis Google MyMaps untuk Health Emergency Operations Center (HEOC) Kabupaten Aceh Utara. Peta ini memuat data strategis seperti distribusi fasilitas kesehatan, titik pengungsian, dan jalur logistik. Dengan peta ini, efektivitas koordinasi lintas sektor dan penentuan prioritas intervensi meningkat.
Secara keseluruhan, pada hari keempat Tim Medis NTB telah memberikan layanan langsung kepada 131 orang, baik layanan medis maupun dukungan psikososial.
Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen melanjutkan dukungan. Rencananya, tim akan menambah jam layanan puskesmas, memperluas jangkauan tim kesehatan bergerak, melakukan kunjungan rumah, serta memutakhirkan data bencana secara real-time bersama HEOC.
Pemerintah Provinsi NTB juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, tenaga kesehatan setempat, relawan, dan masyarakat atas kolaborasi solid dalam penanganan bencana ini. ***
Penulis : Najamudin Anaji
Sumber Berita : Pemprov NTB







