LOMBOKINI.com – Angin puting beliung menyapu Dusun Kuangwai, Desa Mneceh, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Ahad 11 Januari 2026 sekitar pukul 13.30 WITA. Badai yang berlangsung selama 10 menit itu turut diiringi hujan lebat.
Bencana ini langsung mengakibatkan kerusakan puluhan rumah warga. Kepala Desa Menceh, Idrus, mengatakan bahwa angin datang tiba-tiba dengan kekuatan besar.
“Sementara ini tercatat sekitar 60 rumah terdampak, 40 di antaranya rusak parah. Saat ini tim masih mendata kerusakan,” jelasnya, saat dikonfirmasi, Ahad 11 Januari 2026.
Ia juga menyebutkan bahwa tiga warga mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan di Puskesmas.
“Mereka yang rumahnya rusak mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat,” tambahnya.
Sebelumnya, laporan awal menyebutkan angin telah merusak 13 rumah dan satu unit open (lumbung) tembakau milik Aq. Rizal. Meski demikian, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa.
Salah seorang saksi mata, tokoh pemuda setempat Nurji, turut menyaksikan langsung kedahsyatan angin.
“Saya melihat pohon terombang-ambing, atap rumah beterbangan, termasuk lumbung tembakau tetangga,” tutur Kepala PAUD Bina Ceria Kuangwai itu.
Nurji memperkirakan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Ia juga mengungkapkan bahwa rumah guru PAUD dan sejumlah warga lainnya turut hancur.
Sementara itu, petugas BPBD Lombok Timur tengah membersihkan pohon-pohon tumbang.
Idrus pun mengimbau warga agar tetap waspada. “Cuaca sedang tidak menentu. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati,” pesannya. ***
Penulis : Najamudin Anaji







