Hadapi Gejolak Nasional, Ketua PITI Ajak Pemimpin Teladani Rasulullah

Kamis, 4 September 2025 - 13:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PITI Dr. H. Serian Wijatno. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

Ketua Umum PITI Dr. H. Serian Wijatno. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

LOMBOKINI.com Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M, Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Dr. H. Serian Wijatno, menyerukan para pemimpin untuk meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW yang amanah, jujur, dan mengayomi.

Sebagai seorang pemerhati sosial, Serian menyampaikan pesan ini pada Kamis 4 September 2025 dengan menekankan konteks nasional yang memprihatinkan pasca demonstrasi di berbagai daerah yang menimbulkan korban jiwa.

Ia mengapresiasi respons positif Presiden Prabowo Subianto terhadap aspirasi yang disuarakan mahasiswa dan elemen bangsa secara damai.

“Kita bersyukur Presiden telah melakukan berbagai pertemuan dan diskusi bersama tokoh-tokoh nasional, agama, dan partai politik,” ujarnya.

Baca Juga :  TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat

Serian mengungkapkan kekhawatiran masyarakat jika aksi demonstrasi yang damai telah disusupi oleh kelompok anarkis yang ingin menciptakan kerusuhan.

“Kelompok anarkis itu dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itulah meneladani sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW dalam memimpin menjadi sangat penting,” tegasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu menekankan, semua pihak harus belajar dari Nabi Muhammad SAW tentang membangun kesatuan dalam perbedaan.

“Kita juga harus belajar menjadi pemimpin yang peduli dan memiliki empati kepada rakyat,” tambahnya.

Menurut Serian, sikap tersebut akan meningkatkan kesadaran dan kecintaan kepada tanah air serta toleransi. “Sebagai warga negara Indonesia, kita harus mempromosikan perdamaian dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk,” serunya.

Baca Juga :  TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat

Ia mengajak semua pihak, baik pemimpin maupun rakyat, untuk bersama-sama mempromosikan persatuan. Serian juga mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi situasi yang memerlukan kesadaran dan kebijaksanaan kolektif.

“Marilah kita jaga persatuan bangsa dengan tidak terpengaruh aksi demonstrasi anarkis yang dapat menyengsarakan negeri ini. Kita harus berpikir jernih dan bertindak bijak,” pungkasnya.

Serian Wijatno juga mengajak masyarakat mendukung upaya pemerintah menyelesaikan masalah melalui jalur dialog dan musyawarah yang konstruktif.

“Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya. ***

Penulis : Tamrin

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

TGB Tegaskan Pemerintah Harus Jadi Fasilitator, Bukan Pesaing Rakyat
TGB Peringatkan Akun Islami Pemecah Belah sebagai Proksi Dajjal
Kafilah Lombok Timur Raih Prestasi Gemilang di MTQ NTB, Selaras dengan Semangat Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H
Sentilan Kiki Sulistyo: Kepopuleran Sastra dan Bagaimana Hilangnya Insting Manusia di Zaman Digital ini
Bupati Lombok Barat Lepas 54 Kafilah, Target Juara Umum MTQ NTB
Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026
Qoriah Asal Lombok Tengah Harumkan NTB di MTQ Internasional 2026
Majelis Ta’lim Darunnajah Gelar Ziarah Mahabbah Kubra, Rawat Sanad Keilmuan Ulama Lombok Timur

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:31 WITA

Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:44 WITA

Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:59 WITA

80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:18 WITA

Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:13 WITA

Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:31 WITA

Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:08 WITA

DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:06 WITA

Gigaduka: Penderitaan Modern dari Akal Imitasi (AI)

Berita Terbaru

Yuspianal Imtihan. (Foto: Lombokini.com).

Sastra

CERPEN Yuspianal Imtihan: Warisan Ilmu Kecepatan Tangan

Kamis, 6 Agu 2026 - 05:34 WITA