LOMBOKINI.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur segera membangun jembatan darurat berangka baja (bailey) di Desa Perigi, Kecamatan Suela. Tindakan ini merespons keluhan warga setelah jembatan penghubung Desa Pergi dengan Desa Puncak Jeringo ambruk.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, menegaskan pihaknya akan menjemput material bangunan untuk jembatan darurat tersebut pada Selasa 30 Desember 2025.
“Kami akan menjemput bahan bangunan untuk jembatan darurat (baley) itu besok,” tegas Muliadi, Senin 29 Desember 2025.
Ia menjelaskan, BPBD akan membangun jembatan sementara sistem buka-tutup. Pengerjaannya akan berlangsung bersama pihak TNI.
“Alhamdulillah, besok bahan bangunannya kami jemput. Setelah bahan datang, semoga pengerjaan langsung dimulai,” ujarnya.
Muliadi mengaku telah mengupayakan percepatan maksimal dengan berkoordinasi langsung ke BPBD Provinsi NTB. Kendala sempat muncul karena kewenangan utama berada di tingkat provinsi.
“Kami telah beberapa kali berkomunikasi dengan provinsi untuk menindaklanjuti instruksi Bupati,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin berjanji memasang jembatan sementara saat berkunjung pada 24 November 2025 lalu.
“Jembatan ini nantinya dapat menahan muatan 5 hingga 7 ton,” ungkap Bupati di lokasi.
Pemerintah daerah juga telah merampungkan jembatan sementara penghubung Desa Teko dengan Desa Apitaik yang menelan dana sekitar Rp1 miliar.
Bupati menyatakan telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena kerusakan kedua jembatan tersebut merupakan dampak bencana.
Ia berharap jembatan sementara ini dapat kembali menggerakkan ekonomi warga dan memudahkan aktivitas siswa ke sekolah. ***
Penulis : Najamudin Anaji







