Ribuan Guru Honorer Lombok Timur Bakal Geruduk Kantor Bupati

Selasa, 4 Juli 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Poster seruan aksi P3K P1 di Lombok Timur.  (Istimewa)

Poster seruan aksi P3K P1 di Lombok Timur. (Istimewa)

LOMBOKINI.com – Forum P2 dan P3 Kabupaten Lombok Timur (Lotim), bersatu mempertanyakan SK P3K P1 yang lulus tahun 2022 hingga saat ini belum keluar. Selain itu, mengenai SK Guru Honorer terus menerus tidak hentinya dikeluarkan oleh Dinas Dikbud Lotim.

Pada Senin (3/7/2023) mereka telah bersurat ke DPRD Lotim guna meminta jadwal hearing bersama dinas terkait mengenai permasalah tersebut.

Hal tersebut di ungkap oleh salah seorang pengurus Forum P2 dan P3, Fauzan.

“Kemarin sudah kita masukkan surat ke DPRD untuk meminta di fasilitasi heraing dengan dinas terkait. Kita tunggu jadwalnya saja nanti dari DPRD,” kata Fauzan kepada Lombokini.com, pada Selasa, 4 Juli 2023.

Dia menjelaskan, permasalah tersebut dibawa hingga ranah DPRD guna mendapatkan kepastian mengenai SK P3K P1 yang tak kunjung keluar dan bosan di janji -janjikan. Bila dibandingkan dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur, sudah menerima SK bahkan sudah menikmati gaji mereka.

Fauzan tidak menampikkan, jika melihat update penetapan NIP P3K Guru 2022 wilayah Provinsi NTB (2) yang masih dalam proses privikasi data. Seharunya kata dia, Dinas Dikbud berperan aktif mendorong dan melengkapi apa yang menjadi permasalah sehingga proses itu lamban.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

“Kami menilai Dinas Dikbud lamban memproses. Tidak seperti Dinas Kesehatan yang cekatan,” ungkap dia dengan nada geram.

Begitu juga dengan SK guru honorer ungkapnya juga, hingga saat ini terus dikeluarkan. Hal itu diketahui dari inputan rekan – rekan tenaga honor setiap kecamatan yang tergabung dalam forum P2 dan P3.

Fauzan menilai, ada oknum di Dinas terkait yang mengakomodir SK honorer hingga bisa dikeluarkan terus menerus dengan mudah. Bupati H.M Sukiman Azmy kata dia, pasti tidak mengetahui perihal SK guru honorer yang terus dikeluarkan ini.

“Dampak negatifnya, tenaga honorer yang lama mengabdi ini khawatir akan berkurangnya jam mengajar,” ujar dia.

Fauzan menambahkan, selain melakukan hearing di DPRD, forum P2 dan P3 se-Kabupaten Lotim akan turun jalan dalam waktu dekat ini.

Rencananya ribuan Guru Honor P2 dan P3 berjalan kaki atau Long March dari taman Selong menuju Kantor Bupati, BKPSDM, Dinas Dikbud dan terkahir ke DPRD.

Baca Juga :  DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Dalam aksi itu, meereka akan mendesak pemerintah agar mengeluarkan SK P3K P1, menertibkan oknum di internal Dikbud Lotim yang diduga mengakomodir SK Guru Honorer yang terus menerus dikelurkan dan terkahir membuka formasi tahun 2023 sebanyak mungkin atau menerapkan 4.663 formasi seperti tahun 2022.

Sementara Sekretaris Dinas Dikbud Yulian Ugi Sulistianto dikonfirmasi mengatakan formasi P3K tahun 2022 sedang proses penetapan NI PPPK di KanReg X BKN Denpasar.

Dia mengklaim, Dari Dinas Dikbud sudah membantu proses kelengkapan administrasinya dan sedang menunggu proses verifikasi. Mengenai jumlah usulan pada tahun 2023, kata Ugi salah satu tupoksi BKPSDM.

” Kalau dari dinas sudah kita bantu kelengkapan administrasinya, terkait jumlah usulan adalah tupoksi dari BPKSDM”, terang dia.

Selain itu, mengenai SK Guru Honorer yang terus menerus dikeluarkan hingga saat ini, Ugi berharap pihak sekolah melapor ke Dinas Dikbud.

“Laporan ke Dinas kalau ada SK Honorer tanpa sepengetahuan sekolah, supaya di tindak,” terang Ugi.

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:03 WITA

DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Berita Terbaru

Dr. Maharani, peneliti Lombok Research Center (LRC), memaparkan materi tentang penguatan kapasitas pemerintah desa dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Seco Cafe, PTC Pancor, Lombok Timur, Selasa (20/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Opini

Ketika Suhu Naik, Orang Miskin Membayar Harga Termahal

Rabu, 21 Okt 2026 - 08:44 WITA