Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Jumat, 18 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah bersama Kepala Dinas Sosial dan Relawan Nusantara menyerahkan bantuan Alat Tulis dan Perlengkapan Sekolah (ATK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta baby kits kepada keluarga penyintas kebakaran Sade di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Selasa (15/9/2026). (Foto: Lombokini.com)

Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah bersama Kepala Dinas Sosial dan Relawan Nusantara menyerahkan bantuan Alat Tulis dan Perlengkapan Sekolah (ATK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta baby kits kepada keluarga penyintas kebakaran Sade di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Lombok Tengah, Selasa (15/9/2026). (Foto: Lombokini.com)

LOMBOKINI.com – Relawan Nusantara (RN) menyalurkan bantuan Alat Tulis dan Perlengkapan Sekolah (ATK), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta baby kits kepada keluarga penyintas kebakaran Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. RN menyalurkan bantuan itu setelah masa tanggap darurat kebakaran berakhir pada 5 September 2026.

RN menyalurkan bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, bayi, dan balita yang terdampak kebakaran. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Dinas Sosial dan RN memberikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak agar mereka tetap bersekolah di tengah kondisi pascabencana.

Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah menyerahkan bantuan secara simbolis. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah H. Masnun dan Relawan Nusantara mendampingi Wakil Bupati dalam penyerahan itu.

Nursiah mengatakan, keberlanjutan pendidikan anak menjadi salah satu perhatian dalam penanganan pascakebakaran Sade. Menurut dia, anak-anak harus tetap memiliki semangat belajar meski menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Musibah tidak boleh mematahkan semangat mereka untuk terus menuntut ilmu dan meraih cita-cita,” kata Nursiah, pada Selasa, 15 September 2026.

Baca Juga :  Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade

Anak-anak menerima bantuan berupa tas, buku, dan alat tulis. Mereka tampak antusias menerima perlengkapan tersebut. Nursiah berharap bantuan itu mengembalikan semangat dan keceriaan anak-anak untuk kembali belajar. Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang ikut membantu warga Sade.

RN tidak hanya menyalurkan bantuan. RN juga berdialog langsung dengan masyarakat Dusun Sade. Dalam dialog itu, warga menyampaikan tiga kebutuhan utama pada fase pemulihan, yaitu pemulihan infrastruktur, pemulihan ekonomi, dan pemulihan fasilitas kebudayaan.

Koordinator Guide Wisata Sade sekaligus anggota koordinator bantuan bencana, Tolib, mengatakan kebakaran menghanguskan fasilitas kebudayaan masyarakat.

“Fasilitas budaya yang kami miliki hangus dilalap api dan hampir tidak ada yang tersisa. Alat musik seperti gendang beleq dan gamelan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Sade. Karena itu, mewakili masyarakat dan pengurus wisata Sade, kami berharap fasilitas kebudayaan tersebut dapat segera dipulihkan seiring dengan pembangunan infrastruktur lainnya,” ujarnya.

Kebakaran juga berdampak pada kelompok perempuan adat Sade. Mereka selama ini menggerakkan ekonomi keluarga melalui produksi dan penjualan kain tenun. Api menghanguskan alat tenun, bahan produksi, hingga barang dagangan mereka.

Baca Juga :  IKMAN Sumbawa Kumpulkan Rp 32 Juta untuk NTT, Tutup Galang Dana dan Ancam Aksi Jalanan Bila Pemerintah Abai

Kini sebagian perempuan memulai kembali aktivitas menenun dengan keterbatasan. Mereka meminjam alat tenun dari kampung sebelah dan menenun dari tempat tinggal sementara di tenda pengungsian.

Inaq Al, salah satu warga Sade, menggunakan alat tenun pinjaman. Ia menunggu hingga mampu memiliki alat sendiri dan kembali menenun secara mandiri. Namun, alat tenun bukan satu-satunya kebutuhan. Para perempuan juga membutuhkan modal awal untuk membeli bahan dasar tenun. Artinya, pemulihan ekonomi tidak hanya menyediakan tempat untuk kembali bekerja, tetapi juga memberi kesempatan agar masyarakat dapat kembali menjalankan sumber penghidupannya.

RN berharap dukungan bagi penyintas kebakaran Desa Sade terus berlanjut. Dukungan itu terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan dasar keluarga, pemulihan ekonomi, serta pelestarian kebudayaan.

RN menilai pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan rumah atau fasilitas fisik. Masyarakat Sade perlu mengembalikan ruang hidup, menghidupkan kembali sumber penghidupan, dan menjaga identitas budaya warisan generasi sebelumnya. ***

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
BAZNAS Lotim Tinjau Langsung Calon Penerima MAHYANI di Gili Beleq
Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?
Masjid Al Amanah Luncurkan ATM Beras Digital untuk Warga Duafa
Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
Ratusan Warga Kalijaga Timur dan Mahasiswa Kepung Kantor Bupati Lotim, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk Galian C

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:22 WITA

Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Kamis, 10 September 2026 - 14:48 WITA

Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 9 September 2026 - 13:44 WITA

BAZNAS Lotim Tinjau Langsung Calon Penerima MAHYANI di Gili Beleq

Selasa, 8 September 2026 - 06:24 WITA

Pemerintah Saling Tuding Soal Carut-Marut Data Desil, Masyarakat Harus ke Mana?

Berita Terbaru

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"transform":1,"effects":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

Sastra

CERPEN-CERPEN YUSPIANAL IMTIHAN: Tetaring Hultah

Senin, 14 Sep 2026 - 05:52 WITA