Tokoh Pemuda Lotim Mengecam Wacana Penghapusan Beasiswa NTB

Senin, 20 November 2023 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Pemuda Lombok Timur, Hafizullah Mashuri. (foto:istimewa)

Tokoh Pemuda Lombok Timur, Hafizullah Mashuri. (foto:istimewa)

LOMBOKINI.com – Rencana penghapusan program beasiswa NTB, oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, menimbulkan polemik. Berbagai kalangan mengkritik wacana ini.

Salah satunya tokoh pemuda Lombok Timur (Lotim), Hafizullah Mashuri, mengecam keputusan tersebut. Ia menyatakan, bahwa hal ini merugikan harapan generasi muda NTB.

“Program beasiswa ini penting untuk membangun SDM NTB yang lebih baik,”ujar dia kepada media ini, Senin, 20 November 2023.

Hafizullah pun menyoroti peran Pj Gubernur NTB, sebagai pemimpin transisi yang seharusnya menjaga stabilitas dan kenyamanan daerah. “Tidak berbuat sebaliknya, yang bikin gaduh dah runyam,”cetusnya.

Baca Juga :  Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid

Dia juga menyayangkan, keputusan Pj Gubernur NTB, yang dinilai bertentangan dengan upaya mempersiapkan Indonesia menuju bonus demografi tahun 2045.

Kendati, program beasiswa NTB diakui sebagai langkah mantan pemimpin untuk menciptakan generasi cerdas, produktif, dan inovatif.

Pertanyaan muncul terkait klaim bahwa program beasiswa memberatkan APBD. Hafizullah menegaskan bahwa seharusnya Pj Gubernur NTB, bagian dari pemerintahan sebelumnya memberikan masukan jika memang program ini memberatkan.

Dia menilai rencana menghapus program beasiswa kontraproduktif, terutama jika digantikan oleh kebijakan tanpa dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga :  Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS

Seperti kebijakan anggaran yang dianggap tidak mendesak, yakni renovasi Kantor Gubernur dan tambahan Pokir Anggota DPRD.

“Saya prihatin, investasi dalam SDM NTB, dapat terkikis demi kebijakan yang lebih menguntungkan golongan tertentu,”ucapnya.

Dalam pandangan Hafizullah, penting untuk mencegah penghapusan program beasiswa tanpa alasan yang jelas, terutama jika itu didorong oleh pertimbangan pribadi dan dendam terhadap pemimpin sebelumnya.

“Program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat seharusnya diutamakan,”imbuhnya. **

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun
Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid
Empat Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara I PEKSIMIDA, Siap Wakili NTB ke PEKSIMINAS
80 Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi 2026
Menulis untuk Merapikan Pikiran, Begitu Modal Dasar Meditasi yang Baik
Miris! Kepatuhan Berkendara di Lombok Timur di Bawah 50 Persen, Polantas: Biaya Operasi Kepala Rp 200 Juta, Helm Cuma Rp 150 Ribu
Sastra Bermutu Itu Bebas dari Ruang dan Waktu yang Fana: Karya yang Menentang Zaman
DPN SPI Rekomendasikan Bung Syam Ikuti Pendidikan Lemhannas RI

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal dan 346 Rumah Rusak, BNPB Kirim 50 Ribu Paket Bantuan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:06 WITA

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 38 Jiwa, 2.000 Warga Mengungsi

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:10 WITA

Pemerintah NTB Kaji Kelayakan Proyek Super Grid EBT untuk Hubungkan Kepulauan Sunda Kecil

Rabu, 28 Januari 2026 - 21:50 WITA

Kerja Sama Bali-NTB dan NTT Masuki Fase Implementasi Nyata

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Opini

Ate Bakat: Konseptualisasi Estetika Sasak

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:37 WITA