LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, meminta maaf kepada masyarakat atas kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi akhir-akhir ini. Bupati menyampaikan permintaan maaf itu dalam agenda dengar pendapat (hearing) dengan Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) di Ruang Rapat Bupati, Senin 13 April 2026.
Dalam hearing tersebut, Bupati yang akrab disapa Haji Iron itu menjelaskan bahwa kelangkaan ini terjadi secara tidak terduga. Ia juga membantah tudingan sejumlah oknum yang mengaitkan kelangkaan dengan jabatannya sebagai bupati sekaligus pengusaha SPBE.
“Ini tidak ada kaitannya dengan jabatan saya sebagai bupati dengan usaha SPBE seperti yang dilontarkan sejumlah oknum. Tidak pernah ada prediksi sebelumnya bahwa lonjakan ekonomi akan secepat ini berdampak pada konsumsi elpiji 3 kg,” ujar Bupati Iron di hadapan massa Gempur.
Ia menjelaskan, lonjakan perekonomian masyarakat Lombok Timur sejak akhir tahun 2025 hingga triwulan pertama 2026 menjadi faktor utama yang tidak sempat diantisipasi.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi kelangkaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Distribusi Elpiji 3 kg. Pemerintah daerah juga melibatkan masyarakat dan pihak berkompeten lainnya dalam satgas tersebut. Selain itu, Pemda segera mengajukan usulan penambahan kuota elpiji 3 kg kepada Pertamina.
Pemerintah daerah juga merespons positif tuntutan utama Gempur yang meminta agar pangkalan memberdayakan pengecer. Keberadaan pengecer mendekatkan akses ke masyarakat dan mengurangi hambatan geografis di wilayah Lombok Timur yang tersebar di 21 kecamatan.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, Muhammad Juani Taofik, yang mendampingi bupati dalam hearing tersebut, meminta masyarakat lebih tenang. Sekda memastikan stok elpiji di Depo Pertamina Ampenan tidak bermasalah dan sesuai kuota.
“Stok di depo aman. Yang menjadi tantangan adalah distribusi hingga ke masyarakat. Ini perlu pengawalan serius dari semua pihak, termasuk pemerintah, aparat, dan partisipasi aktif warga,” ujar Sekda.
Pemda Lombok Timur optimistis kelangkaan gas melon segera teratasi dalam waktu dekat. Masyarakat pun kembali mendapatkan akses yang terjangkau dan merata. ***
Penulis : Najamudin Anaji







