LOMBOKINI.com – Puluhan warga Lombok Timur yang tergabung dalam Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) mendatangi Kantor Bupati Lombok Timur, Senin 13 April 2026. Mereka berdemonstrasi memprotes kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.
Massa Gempur itu mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menjamin ketersediaan gas melon tersebut. Mereka mengaku mewakili 21 kecamatan di Lombok Timur.
Koordinator lapangan aksi, M. Zaini, dalam orasinya menyatakan masyarakat masih kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Ia menduga maraknya praktik penimbunan oleh oknum pengusaha menyebabkan kelangkaan itu.
“Banyak oknum pengusaha yang bermain dan menimbun gas. Kami minta aparat menindak tegas mereka,” ujar Zaini.
Tak hanya itu, Zaini juga mencurigai oknum pengusaha nakal mengoplos gas elpiji 3 kg. Praktik itu semakin mempersulit masyarakat mendapatkan gas bersubsidi. Akibatnya, warga terpaksa membeli gas di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Kami menduga ada pengoplosan dari para oknum ini. Kami tidak menyebut namanya, tetapi sudah memegang data riil,” tegas Zaini.
Ia meminta pemerintah kabupaten dan aparat penegak hukum menindak tegas oknum pengusaha yang melanggar. Zaini juga mengajak anggota dewan ikut mengawasi.
“Kami minta Pemkab, DPRD, dan APH menindak tegas. Sebelumnya Pemkab sudah melakukan inspeksi mendadak, kami apresiasi. Namun DPRD belum terlihat, maka kami minta fungsi kontrol dari anggota dewan,” pungkasnya.
Pantauan media ini di lapangan, aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) mengawal ketat massa aksi sejak mereka mendatangi kantor bupati pukul 14.00 Wita.
Setelah massa selesai berorasi, Bupati Lombok Timur bersama Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bakesbangpoldagri menerima mereka di ruang rapat bupati. ***
Penulis : Najamudin Anaji







