Puskesmas Pengadangan Giatkan Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional di Lombok Timur

Sabtu, 20 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puskesmas Pengadangan Giatkan Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional di Lombok Timur.(foto:ong)

Puskesmas Pengadangan Giatkan Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional di Lombok Timur.(foto:ong)

LOMBOKINI.com – Kabupaten Lombok Timur akan segera melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) secara serentak. Jajaran Dinas Kesehatan gencar melakukan sosialisasi, salah satunya melalui Puskesmas Pengadangan.

Sebanyak 45 kader kesehatan dikumpulkan untuk mengikuti sosialisasi PIN Polio. Selain itu, tentang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Mengingat, pelaksanaan PIN Polio di Lombok Timur tahap pertama akan berlangsung pada 23-29 Juli 2024.

Baca Juga :  Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Kepala Puskesmas Pengadangan, H Multazam, menyampaikan bahwa sebanyak 4.063 anak di wilayah Pengadangan, dari usia 0 sampai 7 tahun, menjadi sasaran imunisasi.

“Dengan pertemuan sosialisasi ini, kami menargetkan selesai dalam 2 sampai 3 hari,” ujarnya.

Puskesmas Pengadangan telah menyediakan 91 pos PIN, yang terdiri dari 46 posyandu, serta pos-pos lainnya di sekolah dasar, TK, dan PAUD.

Baca Juga :  Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Setiap pos PIN akan ditempatkan dua tenaga kesehatan yang masing-masing bertanggung jawab atas vaksinasi dan entri data.

Untuk itu, Kepala Puskesmas menekankan agar seluruh kader melakukan sosialisasi secara lebih masif di tengah masyarakat.

“Tokoh agama dan masyarakat juga kami libatkan dalam kegiatan ini,” tambahnya. ***

Penulis : Ong

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS
Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan
Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario
RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026
333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Seleksi Nakes Teladan Tingkat Provinsi NTB 2026, Lombok Timur Usung Tiga Inovasi Unggulan
Kejar Target UHC, Pemda Lotim Dorong Kepesertaan BPJS Kesehatan Segmen Pekerja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:22 WITA

LK2T Apresiasi Bupati Ganti Direktur RSUD, Minta Evaluasi Menyeluruh dan Klarifikasi Kebijakan BPJS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:29 WITA

Tembus 1.297 Pasien, IGD RSUD Soedjono Selong: 55 Persen dari Jalur Rujukan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Influenza A, Berbahaya, kah? Begini Penjelasan Dokter Ario

Rabu, 30 September 2026 - 15:19 WITA

RSUD Selong Terapkan Mobile JKN untuk Antrean Poli Mulai 1 Oktober 2026

Jumat, 11 September 2026 - 21:38 WITA

333 Siswa Korban Keracunan MBG di Lombok Tengah Pulang dari Puskesmas, BGN Hentikan SPPG

Berita Terbaru

Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si. (Foto: Lombokini.com)

Opini

TPAKD Award 2026:Tanpa Kemiskinan  

Selasa, 3 Nov 2026 - 21:20 WITA