Pro Kontra Program Sembako di Lombok Timur: Ketua DPRD Tegaskan Lanjut, PDIP Ajukan Nota Keberatan

Sabtu, 8 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Lombok Timur, M. Yusri saat diwawancarai awak media. (Foto: Lombokini.com).

Ketua DPRD Lombok Timur, M. Yusri saat diwawancarai awak media. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap menjalankan program pengadaan paket sembako senilai Rp 40 miliar meskipun beberapa anggota dewan dari PDIP menolaknya.

Yusri menjelaskan bahwa mayoritas fraksi di DPRD Lombok Timur telah menyetujui program tersebut.

“Kami akan tetap mendukung jalannya program sembako karena sebagian besar fraksi di DPRD Lombok Timur telah menyetujuinya,” ujar Yusri kepada media pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Yusri menanggapi nota keberatan yang diajukan oleh fraksi PDIP sebagai hal yang biasa terjadi dalam proses pengambilan keputusan.

“Kemarin memang ada teman-teman dari PDIP yang mengajukan nota keberatan, tetapi itu atas nama partai, bukan kelembagaan DPRD,” jelasnya.

Sebelumnya, beberapa anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP yang tergabung dalam Fraksi Demokrasi Bintang Perjuangan Indonesia mengajukan nota keberatan terhadap usulan pengadaan paket sembako senilai Rp 40 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Program ini rencananya akan memberikan bantuan kepada 273.000 keluarga di Kabupaten Lombok Timur, dengan anggaran yang ditempatkan di Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Ahmad Amrullah, anggota DPRD Lombok Timur, menyampaikan nota keberatan bernomor 001/IN/ANGGOTA DPRD/III/2025 pada Jumat, 7 Maret 2025. Amrullah menegaskan bahwa anggota DPRD dari PDIP tidak akan ikut bertanggung jawab atas program tersebut.

Baca Juga :  Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

“Kami anggota DPRD dari PDIP tidak ikut bertanggung jawab terhadap program ini. Nota keberatan ini sudah kami sampaikan ke Ketua DPRD Lombok Timur, dengan tembusan ke Bupati dan Sekretaris Daerah,” kata Amrullah.

Amrullah menyebutkan beberapa alasan penolakan, di antaranya penempatan anggaran yang tidak sesuai. Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya ditempatkan di Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, bukan di Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

“Usulan pemerintah kabupaten Lombok Timur ini seharusnya ditujukan untuk masyarakat kurang mampu dan ditempatkan di Dinas Sosial,” tambahnya.

Ia juga mengkhawatirkan ketepatan sasaran program karena hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum memiliki data lengkap calon penerima bantuan.

“Jika tujuannya untuk menekan inflasi, seharusnya pemerintah melakukan operasi pasar atau pengadaan pasar murah, bukan melalui bansos,” tegasnya.

Amrullah menegaskan bahwa inflasi terjadi akibat kenaikan harga secara umum dan terus-menerus, bukan hanya pada satu atau dua barang saja. “Inflasi terjadi karena kenaikan harga secara umum dan terus-menerus, bukan hanya pada satu atau dua barang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

Ia juga mengeluhkan perubahan dan penambahan prioritas belanja sebesar Rp 40 miliar dalam pembahasan APBD tanpa pemberitahuan sebelumnya. Amrullah mempertanyakan dasar penentuan alokasi penerima bansos yang berbasis kecamatan.

“Dasar pengalokasian bansos berbasis kecamatan ini apa? Dari mana persentasenya muncul? Jika berdasarkan jumlah penduduk, sepertinya tidak proporsional. Perlu dicek lagi penerimanya berdasarkan nama dan alamat. Jangan sampai salah sasaran,” sambungnya.

Amrullah meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur lebih transparan dalam menjelaskan data penerima bansos kepada publik. Hal ini penting untuk melibatkan semua pihak dalam mengawal pendistribusian bansos agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Kami berpesan agar Pemkab lebih teliti dalam menentukan sasaran penerima bansos. Jangan sampai ini jadi polemik di masyarakat,” ujarnya.

Amrullah juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur agar tidak terlalu banyak membuat program bantuan sosial yang bersifat jangka pendek.

“Bansos bukan program jangka panjang, dampaknya hanya sesaat. Kami ingatkan, karena ini awal pemerintahan, jangan sampai latah dengan program-program seperti ini,” pungkasnya.***

Berikut nota keberatan yang diajukan oleh fraksi PDIP:

Nota keberatan yang diajukan oleh fraksi PDIP.
Nota keberatan yang diajukan oleh fraksi PDI Perjuangan. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).
Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta
Perempuan Pesisir Lombok Timur: Mengawal Ekonomi Kelautan dan Pelestarian Mangrove Lewat Awik-Awik
Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN
PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi
Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun
Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat
Diskusi Publik Soroti Renovasi Masjid Agung Selong Rp 50 Miliar: Antara Prioritas dan Kemiskinan
Tim Kemanusiaan Majlis Ta’lim Darunnajah Al-Irsyadi Mamben Kirim Bantuan Pakaian untuk Korban Gempa NTT

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:01 WITA

Wartawan Lombok Timur Studi Komparasi Peran Media di DPRD DKI Jakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:21 WITA

Satgas MBG Lombok Timur Kumpulkan Dokumen 82 SPPG, Siap Ajukan ke BGN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:17 WITA

PDIP NTB Bulat Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Berujung Sanksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:41 WITA

Ulama Kharismatik NTB Tuan Guru Bagu Wafat di Usia 90 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:14 WITA

Gema Akhmad Muzakir Bersilaturahmi dengan SBY dan Petinggi Demokrat

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA