Pro Kontra Program Sembako di Lombok Timur: Ketua DPRD Tegaskan Lanjut, PDIP Ajukan Nota Keberatan

Sabtu, 8 Maret 2025 - 23:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Lombok Timur, M. Yusri saat diwawancarai awak media. (Foto: Lombokini.com).

Ketua DPRD Lombok Timur, M. Yusri saat diwawancarai awak media. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.comKetua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap menjalankan program pengadaan paket sembako senilai Rp 40 miliar meskipun beberapa anggota dewan dari PDIP menolaknya.

Yusri menjelaskan bahwa mayoritas fraksi di DPRD Lombok Timur telah menyetujui program tersebut.

“Kami akan tetap mendukung jalannya program sembako karena sebagian besar fraksi di DPRD Lombok Timur telah menyetujuinya,” ujar Yusri kepada media pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Yusri menanggapi nota keberatan yang diajukan oleh fraksi PDIP sebagai hal yang biasa terjadi dalam proses pengambilan keputusan.

“Kemarin memang ada teman-teman dari PDIP yang mengajukan nota keberatan, tetapi itu atas nama partai, bukan kelembagaan DPRD,” jelasnya.

Sebelumnya, beberapa anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP yang tergabung dalam Fraksi Demokrasi Bintang Perjuangan Indonesia mengajukan nota keberatan terhadap usulan pengadaan paket sembako senilai Rp 40 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Program ini rencananya akan memberikan bantuan kepada 273.000 keluarga di Kabupaten Lombok Timur, dengan anggaran yang ditempatkan di Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Ahmad Amrullah, anggota DPRD Lombok Timur, menyampaikan nota keberatan bernomor 001/IN/ANGGOTA DPRD/III/2025 pada Jumat, 7 Maret 2025. Amrullah menegaskan bahwa anggota DPRD dari PDIP tidak akan ikut bertanggung jawab atas program tersebut.

Baca Juga :  Menjelang Iduladha, Pemkab Lombok Timur Sidak Distributor dan Gelar Pasar Murah

“Kami anggota DPRD dari PDIP tidak ikut bertanggung jawab terhadap program ini. Nota keberatan ini sudah kami sampaikan ke Ketua DPRD Lombok Timur, dengan tembusan ke Bupati dan Sekretaris Daerah,” kata Amrullah.

Amrullah menyebutkan beberapa alasan penolakan, di antaranya penempatan anggaran yang tidak sesuai. Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya ditempatkan di Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, bukan di Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

“Usulan pemerintah kabupaten Lombok Timur ini seharusnya ditujukan untuk masyarakat kurang mampu dan ditempatkan di Dinas Sosial,” tambahnya.

Ia juga mengkhawatirkan ketepatan sasaran program karena hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Lombok Timur belum memiliki data lengkap calon penerima bantuan.

“Jika tujuannya untuk menekan inflasi, seharusnya pemerintah melakukan operasi pasar atau pengadaan pasar murah, bukan melalui bansos,” tegasnya.

Amrullah menegaskan bahwa inflasi terjadi akibat kenaikan harga secara umum dan terus-menerus, bukan hanya pada satu atau dua barang saja. “Inflasi terjadi karena kenaikan harga secara umum dan terus-menerus, bukan hanya pada satu atau dua barang,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jamkrida NTB Syariah Dorong Akselerasi Ekonomi Lombok Timur melalui Penguatan UMKM

Ia juga mengeluhkan perubahan dan penambahan prioritas belanja sebesar Rp 40 miliar dalam pembahasan APBD tanpa pemberitahuan sebelumnya. Amrullah mempertanyakan dasar penentuan alokasi penerima bansos yang berbasis kecamatan.

“Dasar pengalokasian bansos berbasis kecamatan ini apa? Dari mana persentasenya muncul? Jika berdasarkan jumlah penduduk, sepertinya tidak proporsional. Perlu dicek lagi penerimanya berdasarkan nama dan alamat. Jangan sampai salah sasaran,” sambungnya.

Amrullah meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur lebih transparan dalam menjelaskan data penerima bansos kepada publik. Hal ini penting untuk melibatkan semua pihak dalam mengawal pendistribusian bansos agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Kami berpesan agar Pemkab lebih teliti dalam menentukan sasaran penerima bansos. Jangan sampai ini jadi polemik di masyarakat,” ujarnya.

Amrullah juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur agar tidak terlalu banyak membuat program bantuan sosial yang bersifat jangka pendek.

“Bansos bukan program jangka panjang, dampaknya hanya sesaat. Kami ingatkan, karena ini awal pemerintahan, jangan sampai latah dengan program-program seperti ini,” pungkasnya.***

Berikut nota keberatan yang diajukan oleh fraksi PDIP:

Nota keberatan yang diajukan oleh fraksi PDIP.
Nota keberatan yang diajukan oleh fraksi PDI Perjuangan. (Foto: Lombokini.com/Dok. Pribadi).

Berita Terkait

NTB Perluas Cakupan MBG dan Targetkan 30 Persen Kebutuhan Pangan dari Produksi Lokal
Bidik Posisi 3 Besar di MTQ XXXI NTB, Lombok Timur Gembleng 54 Kafilah dalam Training Center
Mi6: Oke Wiredarme Hadirkan Warna Baru dalam Bursa Musda Demokrat NTB
NTB Kirim 24.974 Sapi Kurban ke Jabodetabek, Perputaran Uang Tembus Rp 500 M
Pemkab Lotim Ungguli Halmahera Selatan, Raih Penghargaan Creative Financing dari Kemendagri
Menko Polkam Tegaskan Pentingnya Soliditas Forkopimda Jaga Stabilitas dan Kepercayaan Publik
Haerul Warisin Tekankan Legalitas Lahan demi Pastikan Tanah Ulayat Tercatat dengan Baik
Dua Kader Muda Partai Demokrat Siap Bertarung Perebutkan Kursi Ketua DPD NTB

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:37 WITA

Kakorlantas Tegaskan Transformasi Penegakan Hukum Lalu Lintas Berbasis ETLE 95 Persen

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:50 WITA

Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:35 WITA

SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Tata Kelola Desa

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:53 WITA

Cadangan Beras RI Tembus Rekor 5,37 Juta Ton, Wamentan: Tertinggi dalam Sejarah

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:01 WITA

Mulai 2027, Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib Bagi Siswa SD

Senin, 4 Mei 2026 - 23:30 WITA

Zulhas: Koperasi Merah Putih Menjadi Offtaker, Agen Pupuk Bersubsidi dan Penyalur Gas 3 Kg

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:12 WITA

Prabowo Keluarkan Keppres Satgas PHK untuk Lindungi Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WITA

Prabowo Buka Baju dan Peluk Buruh Usai Pidato May Day di Monas

Berita Terbaru