PB HMI Kecam Kekerasan Aparat, Ancam Eskalasi Aksi Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PB HMI Tuntut Pertanggungjawaban Aparat Kepolisian atas Kekerasan Demo di Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis 22 Januari 2026. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

PB HMI Tuntut Pertanggungjawaban Aparat Kepolisian atas Kekerasan Demo di Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis 22 Januari 2026. (Foto: Lombokini.com/Tangkapan Layar).

LOMBOKINI.com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengecam keras tindakan represif dan brutal aparat kepolisian yang membubarkan aksi demonstrasi HMI Cabang Lombok Timur di halaman Kantor Bupati setempat, Kamis 22 Januari 2026.

Aksi yang menyuarakan tuntutan perbaikan tata kelola pariwisata dan pemerintahan daerah itu berakhir ricuh. Kekerasan dalam pembubaran itu mencoreng wajah demokrasi dan penegakan hukum.

Sejumlah kader HMI menjadi korban pemukulan dan penganiayaan. Salah satu korban adalah kader perempuan. Aparat kepolisian memukul dan mendorongnya hingga pingsan serta mengalami luka berdarah. Rekan-rekannya kemudian melarikannya ke rumah sakit.

Rekaman video yang kini beredar luas di media sosial mengabadikan jelas aksi kekerasan tersebut. Dalam video itu juga terdengar teriakan histeris seorang perempuan. Publik pun menyambut video itu dengan kemarahan.

PB HMI menilai aparat kepolisian gagal menjalankan fungsi konstitusionalnya sebagai pelindung masyarakat. Alih-alih menjaga ketertiban, aparat justru menjadi pelaku kekerasan terhadap warga negara yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya menyampaikan pendapat.

Baca Juga :  Sasar TNI-Polri Jadi Muzaki, Baznas Lombok Timur Siap Bentuk UPZ di Polres dan Kodim

“Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, tetapi bentuk kekerasan nyata. Aparat harus bertanggung jawab secara hukum,” tegas Abdul Halik, Ketua Komisi Lingkungan Hidup PB HMI sekaligus Ketua HMI Badko Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), dalam keterangan resminya, Kamis malam 22 Januari 2026.

Halik secara tegas mendesak Kapolda NTB dan Kadiv Propam Polda NTB untuk segera memanggil, memeriksa, dan menindak tegas oknum aparat yang terlibat pemukulan.

Ia mengungkapkan, HMI telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polres Lombok Timur. Pelaporan itu melampirkan bukti visum medis serta rekaman video kekerasan di lapangan.

Menurut Halik, dinamika dalam aksi massa merupakan hal yang lumrah dalam negara demokrasi. Apalagi, aksi tersebut mengangkat isu krusial terkait dugaan buruknya tata kelola pariwisata di Lombok Timur serta mendesak pencopotan Kepala Dinas Pariwisata yang dinilai gagal.

“Mereka memperjuangkan kepentingan publik. Aparat tidak boleh alergi terhadap kritik dan tuntutan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga :  TGB Zainul Majdi Luruskan Nama Pondok dan Organisasi di RDP Kasus Penganiayaan Santri

Lebih lanjut, Halik menegaskan Kapolda NTB dan Kadiv Propam Polda NTB harus memberikan peringatan keras dan sanksi tegas. Insiden ini, katanya, bukan yang pertama kali terjadi dan justru memperkuat ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

PB HMI bahkan mendesak Kapolda NTB untuk segera mencopot Kapolres Lombok Timur. Mereka menduga telah terjadi pembiaran bahkan instruksi kekerasan terhadap massa aksi yang melampaui batas kewenangan dan mengarah pada pelanggaran HAM serius.

“Jika tuntutan ini diabaikan, kami akan membawa persoalan ini ke Kapolri dan mengonsolidasikan aksi serentak HMI di seluruh Indonesia. Kami tidak akan diam,” pungkas Halik.

PB HMI menegaskan, kekerasan terhadap mahasiswa dan rakyat sipil merupakan ancaman nyata bagi demokrasi dan supremasi hukum.

Mereka meminta negara, dalam hal ini aparat penegak hukum, segera membuktikan komitmennya terhadap keadilan dan perlindungan HAM. ***

Editor : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Koresponden tvOne Datangi Ponpes Al-Ishlahuddiny dan Sampaikan Maaf atas Polemik Pemberitaan
Kapolres Lotim AKBP Ariakta Awali Masa Jabatan dengan Silaturahmi ke PBNW dan PB NWDI
Bupati Lotim Lepas Dandim dan Kapolres Lama, Sambut Pejabat Baru
BAZNAS Lotim Klarifikasi Pernyataan Anggota Dewan Syariah Soal Zakat DPRD
TGB Zainul Majdi Luruskan Nama Pondok dan Organisasi di RDP Kasus Penganiayaan Santri
Target PAD 2026, Pemkab Lombok Timur Gali Potensi Pajak dan Retribusi Daerah
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Sempurnakan Program DAK 2027 dengan Mendata Penulis Lokal: Adakah Peluang Pengadaan Buku Karya Penulis Lokal?

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:52 WITA

Sapu Bersih Treasury Award 2026, Polres Lombok Timur Boyong Empat Penghargaan hingga Grand Champion

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:38 WITA

Ungkap 3 Kg Sabu di Pelabuhan Kayangan, Kapolres Lotim Terima Penghargaan dari Ormas Keris Sasak

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:12 WITA

TGB Sesalkan Klaim Kuasa Hukum yang Kaitkan Emas 74 Kg dengan Yayasan Dakwah

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:31 WITA

KPK Sita Rp 9,06 Miliar dan Tetapkan 3 Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Senin, 20 Juli 2026 - 17:52 WITA

KPK OTT Bupati Lombok Barat dan Amankan 18 Orang

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:49 WITA

Bawa 15,31 Gram Sabu di Jok Motor, Buruh Asal Sikur Ditangkap Polisi di Masbagik

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:25 WITA

Kapolda NTB Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:47 WITA

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran

Berita Terbaru