Kadis Dikbud Lotim Serukan Pencegahan Perundungan Usai Dugaan Kasus di SD Pringgabaya

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Dikbud Lotim M. Nurul Wathoni menyerukan pencegahan perundungan dalam jumpa pers di ruang kerjanya, Rabu 4 Februari 2026. (Foto: Lombokini.com).

Kadis Dikbud Lotim M. Nurul Wathoni menyerukan pencegahan perundungan dalam jumpa pers di ruang kerjanya, Rabu 4 Februari 2026. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menegaskan komitmennya untuk menghapus kasus perundungan di dunia pendidikan. Penegasan ini ia sampaikan menanggapi laporan dugaan perundungan yang melibatkan siswa di salah satu SD di Kecamatan Pringgabaya.

“Kasus perundungan adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita hilangkan, lebih-lebih di dunia pendidikan,” tegas Nurul Wathoni, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menyatakan bahwa semua elemen sekolah, mulai dari guru, pengawas, komite, hingga wali murid, harus memiliki komitmen bersama untuk mencegah terjadinya perundungan. Sebelum laporan ini muncul, Dikbud Lombok Timur telah mengedarkan surat imbauan pada pertengahan Januari 2026, yang meminta setiap sekolah menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman.

Baca Juga :  Haroen: Potensi BBNKB di Samsat Selong Capai Rp 41 Miliar per Tahun

“Termasuk di dalamnya bagaimana warga sekolah memaksimalkan tugas piket guru, baik saat pagi maupun saat kegiatan ekstrakurikuler, agar lingkungan sekolah bisa tetap dalam pengawasan guru. Ini salah satunya untuk mencegah adanya kasus perundungan,” tambahnya.

Sekolah Beri Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, kejadian berawal saat sekolah mengadakan gotong royong membersihkan kelas pada Rabu pekan lalu. Usai kegiatan, tidak ada laporan adanya pemukulan antar siswa.

Kemudian pada Sabtu, guru mendapatkan informasi bahwa seorang siswa sakit dan mengaku ditendang temannya. Saat dirawat, siswa yang sakit tersebut beberapa kali menyebut nama teman sekelasnya, berinisial MK.

Baca Juga :  Resmikan RS Ummat PKU Muhammadiyah Lombok Timur, Abdul Mu'ti Serukan Pentingnya Budaya Hidup Sehat

Guru kelas kemudian menjenguk dan membawa serta orang tua MK ke klinik. MK membantah telah memukul. Pihak sekolah juga telah berkonsultasi dengan psikolog dan proses screening terhadap anak-anak yang terlibat masih berlangsung.

“Hasil screening awal menunjukkan bahwa kejadiannya setelah pulang atau di luar sekolah. Namun, ada juga saksi teman di kelasnya yang melihat korban naik bangku dan jatuh. Karena mereka masih kelas 1, masih discreening baik dari korban maupun MK. Untuk kejadian sebenarnya belum kita tahu, masih tunggu hasil screening-nya,” pungkas Nurul Wathoni menjelaskan kronologi yang diterima dari sekolah. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Masyarakat Desak Hak Ulayat di Tengah Penyusutan Lahan Bale Adat Desa Beleq Sembalun
Kabut Tebal Tunda Evakuasi Helikopter Pendaki Malaysia Cedera Tulang Belakang di Rinjani
Sekda Lotim Saksikan Bule Swiss Ucap Syahadat di Penutupan TC MTQ XXXI 2026
Pusat Keluarkan Bantuan Revitalisasi Sekolah untuk Lombok Timur Usulan DPR dan DPD, Kadis Dikbud Lotim Ungkapkan Hal Ini
Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri
Kendalikan Harga Jelang Iduladha, Pemkab Lombok Timur Gelar Pasar Murah dan Sidak
Penguatan TC Berjenjang Dongkrak Kemampuan Kafilah MTQ Lotim, Pelatih Antisipasi Jeda Lomba
Danrem 162 dan Bupati Lombok Timur Tutup TMMD ke-128

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:13 WITA

Polri Luncurkan SIM Digital, Pengendara Cukup Tunjukkan di Ponsel

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:50 WITA

Kemendikdasmen Tegaskan Guru Non-ASN Tetap Boleh Mengajar di Sekolah Negeri

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:35 WITA

SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional Perkuat Tata Kelola Desa

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:53 WITA

Cadangan Beras RI Tembus Rekor 5,37 Juta Ton, Wamentan: Tertinggi dalam Sejarah

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:01 WITA

Mulai 2027, Bahasa Inggris Menjadi Mata Pelajaran Wajib Bagi Siswa SD

Senin, 4 Mei 2026 - 23:30 WITA

Zulhas: Koperasi Merah Putih Menjadi Offtaker, Agen Pupuk Bersubsidi dan Penyalur Gas 3 Kg

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:12 WITA

Prabowo Keluarkan Keppres Satgas PHK untuk Lindungi Buruh

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:31 WITA

Prabowo Buka Baju dan Peluk Buruh Usai Pidato May Day di Monas

Berita Terbaru