LOMBOKINI.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memerintahkan jajarannya untuk mengevaluasi kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) yang dikeluhkan masyarakat. Instruksi ini ia sampaikan menanggapi keluhan yang viral secara nasional.
Dalam sambutannya pada resepsi HUT RI ke-80 dan HUT ke-21 Selaparang TV, Selasa 2 September 2025, Bupati juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih responsif mendengar aspirasi masyarakat.
“Kita akan mengkaji dan menganalisis ulang untuk masyarakat yang merasa bayaran pajaknya terlalu tinggi,” ujarnya.
Ia secara khusus menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk mengevaluasi besaran pajak, terutama yang terkait Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan potensi ritel modern.
Tidak hanya itu, pemerintah akan memperkuat basis pajak sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain, Pemkab juga akan mengoptimalkan peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membiayai layanan publik.
Sebagai bentuk kepedulian, Bupati mengumumkan akan mengembalikan fungsi Rumah Sakit Labuhan Haji untuk melayani kaum dhuafa sesuai cita-cita awalnya.
“Kita bahkan akan menghadirkan klinik Baznas untuk memperluas layanan kesehatan secara gratis,” tegasnya.
Melalui pengelolaan Baznas, rumah sakit akan terbuka untuk semua lapisan masyarakat. Selanjutnya, gaji dokter dan perawat yang bertugas akan dibayarkan melalui Baznas.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan pesan tegas kepada para kepala dinas. Ia meminta mereka aktif menjemput dana pembangunan di pusat.
“Jika tidak mampu, lebih baik pilih jabatan fungsional,” katanya.
Bupati juga membantah kabar hoaks yang menyebutkan ia menantang TNI. Ia justru memandang TNI sebagai mitra strategis pemda yang terus mendukung keamanan dan pembangunan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kebenarannya dan menjaga persatuan.
“Kita harus bersatu untuk mewujudkan pembangunan di Lombok Timur. Kita juga mendorong Selaparang TV untuk menjadi corong bagi masyarakat dan pemerintah dalam menyiarkan informasi yang positif,” tutupnya. ***
Editor : Najamudin Anaji







