LOMBOKINI.com – Pemerintah pusat kembali memercayakan peternak sapi asal Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur untuk menyediakan sapi kurban Presiden Republik Indonesia. Sebelum menunjuknya, tim dari pusat melakukan proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan ketat terhadap hewan ternak milik peternak setempat.
Penunjukan ini berlangsung untuk kelima kalinya bagi peternak tersebut dalam penyediaan sapi kurban tingkat nasional, baik melalui mekanisme tender maupun penunjukan langsung.
Peternak Suhirman menjelaskan, sapi yang terpilih memiliki bobot di atas rata-rata. Hasil penimbangan terakhir menunjukkan salah satu sapi mencapai berat 952,5 kilogram, sementara rata-rata bobot sapi lainnya sekitar 830 kilogram. Suhirman sempat melakukan penimbangan ulang di Pasar Masbagik untuk memastikan akurasi timbangan.
Tim dari pusat tidak hanya mengandalkan pengiriman foto dalam proses seleksi, tetapi juga mengunjungi langsung lokasi peternakan. Petugas mengambil sampel darah dan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum menetapkannya sebagai sapi kurban Presiden.
Penunjukan kali ini berlangsung secara langsung. Pemerintah pusat berkoordinasi dengan dinas terkait setelah menerima komunikasi dari Sekretariat Negara. Kedua belah pihak menyepakati harga satu ekor sapi mencapai Rp80 juta.
Menurut Suhirman, ia memelihara sapi tersebut selama kurang lebih dua setengah tahun. Saat pertama membeli, harga sapi itu sekitar Rp 20 juta per ekor. Dengan perawatan intensif, Suhirman berhasil meningkatkan kualitas dan bobot sapi secara signifikan hingga memenuhi standar kurban Presiden.
Suhirman mengaku bersyukur atas kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah. “Harapannya semoga bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 14 Mei 2026.
Peternak itu juga membandingkan harga jual sapi serupa di pasar umum yang rata-rata berada di kisaran Rp 60 juta per ekor. Namun, standar kualitas, kesehatan, dan bobot yang dipersyaratkan pemerintah untuk kurban Presiden membuat nilai sapi tersebut lebih tinggi.
Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak. Hal ini juga menunjukkan bahwa peternakan daerah mampu memenuhi standar nasional. ***
Penulis : Najamudin Anaji






