Hariman Siregar Peringatkan Ancaman Ulang Demokrasi dalam Peringatan Malari dan HUT INDemo

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hariman Siregar Peringatkan Ancaman Ulang Demokrasi dalam Peringatan Malari dan HUT INDemo. (Foto: Lombokini.com).

Hariman Siregar Peringatkan Ancaman Ulang Demokrasi dalam Peringatan Malari dan HUT INDemo. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Tokoh Malari 1974, Dr. Hariman Siregar, mengingatkan publik bahwa sejarah dapat terulang dalam bentuk baru saat memberi peringatan dalam acara peringatan Malari dan Hari Ulang Tahun ke-26 Ikatan Nasional Demokrat (INDEMO) di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Kamis 15 Januari 2026.

Dalam forum refleksi tersebut, Hariman menyatakan situasi kekinian mengulang suasana transisi demokrasi tahun 2000-an, di mana kebebasan telah terbuka tetapi institusi belum kuat menjaganya.

Ia mengakui peran Presiden ke-3 B.J. Habibie dalam membuka kran kebebasan, namun menegaskan bahwa kebebasan harus disertai pemahaman konstitusi dan etika agar tidak berubah menjadi kekacauan.

Baca Juga :  TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

“Kebebasan itu dibuka, tapi harus disertai pemahaman konstitusi dan etika,” tegas Hariman.

Hariman menekankan pentingnya membangun negara kuat melalui institusi yang kuat, bukan sekadar konsentrasi kekuasaan. Ia menegaskan kepastian hukum harus melindungi masyarakat, bukan melindungi kekuasaan.

Selain itu, Hariman menyoroti erosi nilai rasa malu sebagai pilar moral bangsa yang menjadi rem etik terakhir ketika hukum melemah.

Tokoh senior itu juga menyerukan perang total tanpa kompromi terhadap korupsi. “Harus ada penindakan hukum yang masif terhadap pelanggaran hukum dan korupsi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi

Acara yang merangkai dua peristiwa penting tersebut menegaskan eksistensi dan peran masyarakat sipil sebagai penyangga demokrasi.

“Pertemuan ini membuktikan masyarakat sipil tetap ada dan eksis,” ujar Hariman menutup pernyataannya.

Peringatan Malari 1974 dan HUT INDEMO ke-26 kali ini berfungsi sebagai cermin zaman, mengajak semua pihak kembali pada esensi bernegara: menghormati konstitusi, menegakkan hukum, memperkuat institusi, dan menjaga moral publik. ***

Penulis : Najamudin Anaji

Berita Terkait

Kebakaran Sade: Raffi dan The Dudas-1 Beri Bantuan, Pemerintah Siapkan Rekonstruksi
TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara
BGN Kembali Salurkan MBG dan Serap Masukan dari Pelaksana di Lapangan
Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Tutup Kebocoran Anggaran
Besok, Presiden Prabowo Kunjungan Kerja Perdana ke NTB
Hashim Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, Dorong Perempuan Awasi Program Pemerintah
Akademisi Puji Pidato Presiden Prabowo, Sebut Beri Pencerahan Visi Bangsa
APPMBGI Serahkan SK Pengurus DPD NTB, Kritisi Carut-marut Program MBG

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:43 WITA

Viral! Ikan Oarfish Ditemukan Terdampar di Pantai Pink, Ini Kata DKP NTB 

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:31 WITA

Masjid Al Amanah Luncurkan ATM Beras Digital untuk Warga Duafa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Kebakaran Menghanguskan Asrama Santri Ponpes NW Anjani, Tidak Ada Korban Jiwa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:12 WITA

120 Bangunan di Desa Adat Sade Hangus Terbakar, DPR RI Siapkan Revitalisasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:34 WITA

Material Jerami dan Bambu Picu Api Cepat Lalap Rumah Adat Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Api Melalap Desa Wisata Adat Sade

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:48 WITA

Video Air Berbusa dari Tambak Udang Viral, Nelayan Protes Susah Cari Ikan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:02 WITA

TGB: Elan Vital Bangsa Hidup Jika Mahasiswa Terus Bersuara

Berita Terbaru