HPM KJK Gelar Sarasehan Pencegahan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren

Kamis, 16 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Keruak - Jerowaru (HPM KJK) Gelar Sarasehan Pencegahan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren. (Foto: Lombokini.com/Ahmad Yasin Jaelani).

Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Keruak - Jerowaru (HPM KJK) Gelar Sarasehan Pencegahan Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren. (Foto: Lombokini.com/Ahmad Yasin Jaelani).

LOMBOKINI.com – Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Keruak-Jerowaru (HPM KJK) bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur (Kemenag Lotim) mengadakan sarasehan dengan tema “Langkah Strategis Mencegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Pondok Pesantren”. Kegiatan ini berlangsung di aula Kemenag Lombok Timur pada Kamis, 16 Januari 2025.

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu H. Hasanuddin, S.Ag., M.M., selaku Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kemenag Lotim, dan Yuliani, S.ST., M.Kes., perwakilan dari Yunit PPA Lombok Timur.

Dalam pemaparannya, H. Hasanuddin menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren.

Hasanuddin menyampaikan tiga poin utama itu, yaitu : 1, Penjagaan Diri Secara Individual: Setiap individu harus memiliki kesadaran tinggi terhadap hal-hal yang dapat menjerumuskan pada tindakan pelecehan.  2, Pembinaan Lembaga Pendidikan, Pondok pesantren perlu dibina untuk menerapkan kiat-kiat pencegahan kekerasan seksual agar hubungan antara santri dan lembaga tetap terjaga dengan baik, dan yang ketiga, Menjaga Kemurnian Proses Belajar-Mengajar.

Baca Juga :  DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

“Proses pendidikan harus berlangsung dengan tuntunan yang layak dan pantas, tanpa adanya doktrin agama yang disalahgunakan untuk mengikat santri atau peserta didik”, jelasnya.

Hasanuddin juga menyampaikan beberapa poin kualifikasi pembinaan yang harus ada di pondok pesantren, dia antara adalah Pembentukan Pokja Pembinaan Ponpes,  Mempertajam regulasi, Kualifikasi Dewan Masyaikh, Pembinaan pengasuh dan pembimbing, serta  Rekrutmen organ semi ponpes.

Baca Juga :  Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Sementara itu, Ibu Yuliani dari Yunit PPA Lotim menyoroti fenomena kekerasan seksual yang kerap terjadi baik di dalam maupun di luar lingkungan pondok pesantren. Beliau menegaskan bahwa kenakalan remaja yang tidak terkontrol, termasuk pergaulan bebas, menjadi pemicu utama maraknya kasus kekerasan seksual di kalangan anak muda.

“Banyak kasus kehamilan di luar nikah yang berujung pada depresi, bahkan pembuangan janin. Ini adalah dampak serius dari kenakalan remaja yang tidak diawasi dengan baik, baik oleh lingkungan internal maupun eksternal,” tegas Yuliani.

Kegiatan sarasehan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan peran aktif semua pihak, termasuk kader HPM KJK, dalam melakukan edukasi sosial kepada masyarakat dan peserta didik. ***

Penulis : Ahmad Yasin Jaelani

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Jumat, 18 September 2026 - 19:22 WITA

Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Calon Ketua Umum BPD ABUJAPI NTB, Syamsuddin, S.Sos, S.H, M.H., atau Bung Syam.  (Foto: Lombokini.com).

Berita

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WITA

Warga rentan, petani, dan pelaku usaha kecil menanggung beban kenaikan PKB dan PBBKB melalui Perda NTB No. 3/2026. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Senin, 5 Okt 2026 - 19:09 WITA

Pembalap dan kru MotoGP Indonesia 2026 tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Senin (5/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Olahraga

MotoGP Indonesia 2026: Pebalap dan Kru Mulai Tiba di Lombok

Senin, 5 Okt 2026 - 15:35 WITA