LOMBOKINI.com – Gerakan Aksi Rakyat Bela Indonesia menggelar aksi massa di Lapangan Hijau Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad pagi (8/11/2026). Sebanyak 24 tokoh nasional dari berbagai latar belakang organisasi Islam, akademisi, dan lembaga pendidikan menggagas aksi ini untuk menyuarakan lima tuntutan utama terkait persoalan hukum dan kebangsaan.
Ketua Organizing Committee (OC) Aksi Rakyat Bela Indonesia, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di kawasan Al-Azhar, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2026). Ia menyatakan rangkaian kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah, sedangkan acara inti berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
“Besok mulai dari salat Subuh, puncak acaranya nanti jam 08.00 sampai jam 10.00,” ujar UBN.
Ia memperkirakan ribuan massa menghadiri aksi yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa batasan latar belakang organisasi.
Soroti Putusan MK-MA dan Isu Penyadapan
Dalam tuntutannya, massa mendesak pemerintah menindaklanjuti dan melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta Mahkamah Agung (MA) terkait polemik dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
UBN mengingatkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak mengabaikan persoalan tersebut demi menjaga kepastian hukum dan moralitas penyelenggaraan negara.
“MK dan MA ini lembaga negara yang sudah memutuskan secara tegas. Ini bukan cuma cacat secara hukum dan moral. Kalau putusannya tidak dijalankan oleh pemerintahan Prabowo, persoalannya akan semakin panjang,” tegasnya.
Ia juga tidak menampik bahwa arah tuntutan masyarakat dapat berkembang pada desakan pemakzulan.
Selain itu, gerakan ini menyoroti dugaan penyadapan yang menyasar sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden. Bachtiar menilai tindakan penyadapan untuk kepentingan politik tertentu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara.
Digagas 24 Tokoh Nasional
Aksi ini merupakan hasil konsolidasi dari 24 tokoh lintas lembaga. Sejumlah nama yang tergabung dalam tim inisiator di antaranya Prof. Jimly Asshiddiqie (Ketua Dewan Pembina YPI Al-Azhar), Ferry Juliantono (Presiden Syarikat Islam), KH. Jeje Zaenudin (Ketua Umum PERSIS), KH. Muhammad Zaitun Rasmin (Ketua Umum Wahdah Islamiyah), serta rektor dan pimpinan perguruan tinggi Islam lainnya.
Para penggagas berharap aksi damai ini mendorong penyelesaian berbagai persoalan kebangsaan melalui mekanisme hukum dan konstitusi yang berlaku. ***
Penulis : Tamrin
Editor : Najamudin Anaji










![PT Bintang Perdana Gemilang. [Foto: Istimewa]](https://lombokini.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260819-WA0100-360x200.jpg)



Komentar