Mantan Wakapolri Oegroseno Sebut Ada Jenderal Lain Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno saat berbicara dalam sebuah forum. Ia membongkar skenario penyadapan Presiden Prabowo Subianto, dari dugaan makar hingga pendanaan peralatan sadap. (Foto: Lombokini.com/Istimewa)

Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno saat berbicara dalam sebuah forum. Ia membongkar skenario penyadapan Presiden Prabowo Subianto, dari dugaan makar hingga pendanaan peralatan sadap. (Foto: Lombokini.com/Istimewa)

LOMBOKINI.com – Mantan Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Oegroseno mengungkap sejumlah kejanggalan serius dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Oegroseno mengonfirmasi bahwa ia turut mendengar informasi mengenai dugaan keterlibatan mantan Kapolri lain selain Listyo Sigit dalam lingkaran konspirasi penyadapan tersebut.

Ia menilai praktik penyadapan ilegal terhadap para ketua umum partai politik kerap menjadi alat penekanan maupun pemerasan politik agar tokoh-tokoh tertentu tunduk pada kepentingan kelompok tertentu.

“Ini harus diungkap. Tidak bisanya jenderal-jenderal ini mungkin di samping jenderal ada orang luar yang mendanai untuk Pak Prabowo dijatuhkan duluan. Berarti kan ini ada makar, makar berkaitan dengan Pasal 191 KUHP,” ujar Oegroseno sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Obor Rakyat Reborn pada Sabtu, 7 November 2026.

Baca Juga :  Mahkamah Partai Gerindra Memecat Tiga Kader karena Kasus Narkoba

Menurutnya, tindakan menyadap kepala negara merupakan bentuk ketidaksetiaan fatal yang melanggar pedoman kerja kepolisian Tribrata dan Catur Prasetya, khususnya poin Satya Haprabu. Oegroseno menduga operasi penyadapan yang berlangsung sejak tahun 2025 hingga 2026 tersebut berkaitan erat dengan skenario politik jangka pendek maupun persiapan menuju kontestasi Pemilu 2029.

Ia menganalisis adanya skenario yang berupaya melemahkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebelum masa jabatannya genap lima tahun guna memuluskan jalan bagi pihak lain untuk naik ke tampuk kekuasaan.

Selain menyoroti aktor intelektual dan sumber pendanaan peralatan sadap berharga mahal tersebut, Oegroseno juga menyoroti keras beban berat serta risiko keamanan yang dihadapi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi saat mengusut perkara ini.

Ia mengingatkan agar pengamanan pribadi atau close protection di sekitar Kapolri Suyudi diperketat secara luar biasa, termasuk mengganti seluruh perangkat pengawal dan penasihat yang diragukan loyalitasnya.

Baca Juga :  Mantan Kabais Soleman Ponto Desak Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo

“Ini harus dihindari. Kalau ini bisa dihindari, ya sekarang paling mudah membunuh orang tidak harus dengan nembak, misalnya begitu, diracun bisa mati, ya kan. Tapi kan ekstra hati-hati,” kata Oegroseno.

Ia juga menyarankan pemerintah segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membentuk Dewan Kehormatan Polri agar sidang etik terhadap perwira tinggi bintang empat dapat berjalan cepat tanpa terkendala hierarki kepangkatan.

Oegroseno mendorong Kapolri Jenderal Suyudi bersama Presiden Prabowo menuntaskan kasus dugaan makar dan penyadapan ini secara transparan demi mengembalikan marwah institusi kepolisian dan menegakkan prinsip kesamaan di hadapan hukum. ***

Penulis : Tamrin

Editor : Najamudin Anaji

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Besok, Ribuan Massa Gelar Aksi di Al-Azhar: Desak Pemerintah Jalankan Putusan MK-MA
Anas Dorong DPR Bentuk Pansus Audit Praktik Penyadapan
Kapolri Jenderal Suyudi Menemui Dua Manatan Kapolri di Tengah Kasus Penyadapan
Prabowo-Jokowi di Ambang Perpisahan Politik? Skandal Penyadapan hingga Sidang Ijazah Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Tegaskan Intelijen Awasi Musuh Negara, Bukan Intai Tokoh Nasional
Bareskrim Telusuri Pihak yang Memerintahkan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Mantan Kabais Soleman Ponto Desak Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Penyadapan Presiden Prabowo
Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit dan Dua Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 22:56 WITA

Besok, Ribuan Massa Gelar Aksi di Al-Azhar: Desak Pemerintah Jalankan Putusan MK-MA

Sabtu, 7 November 2026 - 21:42 WITA

Mantan Wakapolri Oegroseno Sebut Ada Jenderal Lain Terlibat Penyadapan Presiden Prabowo

Sabtu, 7 November 2026 - 19:33 WITA

Anas Dorong DPR Bentuk Pansus Audit Praktik Penyadapan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:52 WITA

Kapolri Jenderal Suyudi Menemui Dua Manatan Kapolri di Tengah Kasus Penyadapan

Sabtu, 7 November 2026 - 16:37 WITA

Prabowo-Jokowi di Ambang Perpisahan Politik? Skandal Penyadapan hingga Sidang Ijazah Jadi Sorotan

Berita Terbaru

Ketua Umum DPP PKN Anas Urbaningrum. (Foto: Lombokini.com/Tamrin)

Nasional

Anas Dorong DPR Bentuk Pansus Audit Praktik Penyadapan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 19:33 WITA