Atap Lapuk, Dinding Retak, Siswa Tetap Datang di Montong Gading

Kamis, 25 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Atap Lapuk dan Dinding Retak, Siswa Tetap Datang di Montong Gading. (Foto: Lombokini.com/Harianto).

Atap Lapuk dan Dinding Retak, Siswa Tetap Datang di Montong Gading. (Foto: Lombokini.com/Harianto).

LOMBOKINI.com – Plafon menggantung nyaris jatuh, kayu penopang lapuk, dan dinding penuh retakan. Dari kejauhan, sekolah satu atap SD–SMP Montong Gading tampak seperti bangunan tua yang menunggu ajal. Namun setiap pagi, suara riuh murid kembali memenuhi ruang darurat yang mereka gunakan bergantian.

Tawa anak-anak di sekolah satu atap itu masih terdengar. Sekitar 180 siswa tetap bersekolah, bergiliran memakai ruang darurat karena sebagian kelas sudah tak layak.

“Sudah bertahun-tahun kondisinya begini. Kemarin ada yang ambruk lagi, tinggal tunggu roboh semua,” ujar Zanwadi, penjaga sekolah yang juga membuka warung kecil di belakang bangunan, Rabu (24/9/2025).

Terlupakan di Tengah Harapan

Tiga tahun lalu, Gede Permana, polisi hutan BTNGR, kerap mampir ke warung Zanwadi saat bertugas. Dari sana ia melihat bangunan sekolah yang makin reyot.

Baca Juga :  Bupati Lotim dan Lobar Bersepakat, Solusi Nyata atau Sandiwara Birokrasi?

“Sejak pertama kali ke sini kondisinya sudah tidak terpakai. Sekarang malah makin parah,” ujarnya.

Meski aktivitas belajar berisiko, anak-anak tetap rajin datang. Mereka berpindah ruangan, sebagian berjalan kaki jauh, sebagian lain menumpang kendaraan orangtua. Tidak ada yang mengeluh, meski mereka sadar sekolah mereka jauh berbeda dari yang lain.

Pada Agustus 2022, sejumlah ruang kelas dikosongkan setelah diterpa hujan deras dan angin kencang. “Penyebab robohnya waktu itu karena hujan angin atau lapuk dimakan usia,” cerita Zanwadi.

Kini, ruang darurat dipakai bergantian agar kegiatan belajar tetap berjalan.

Ratusan Sekolah Rusak di Lombok Timur

Kasus Montong Gading hanyalah bagian kecil dari masalah besar di Lombok Timur. Data Dinas Pendidikan NTB tahun ajaran 2022/2023 mencatat ada 607 ruang kelas rusak berat, 1.040 rusak sedang, dan 1.721 rusak ringan.

Baca Juga :  Ratusan Ribu Jamaah Banjiri Pancor, Ikuti Hultah ke-91 NWDI dan Haul ke-29 Maulana Syaikh

Selain itu, ada 135 gedung sekolah rusak parah. Pemkab Lombok Timur melalui APBD 2025 mengalokasikan Rp 16 miliar untuk merehabilitasi sekitar 60 sekolah rusak berat, dari total hampir 150 sekolah kritis.

Menunggu Perhatian Pemerintah

Bagi masyarakat Pancor Manis, sekolah ini bukan sekadar bangunan, melainkan jendela masa depan. Namun, hingga kini kondisinya luput dari perhatian serius.

“Ini semestinya jadi perhatian pemegang kebijakan. Anak-anak ini butuh tempat belajar yang aman dan layak,” harap Gede.

Sementara itu, di tengah retakan dinding dan atap lapuk, anak-anak Montong Gading tetap belajar. Mereka menunggu bukan hanya giliran memakai kelas, tetapi juga giliran diperhatikan oleh pemerintah. ***

Penulis : Harianto

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi
Buka FTBI 2026 Selong: Dikbud Tegaskan Larangan Siswa Bawa Motor dan Angin Segar Bagi 4.889 Guru Paruh Waktu
Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor
Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi
HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim
Mahasiswa KKN ITSKes Muhammadiyah Selong Gelar Sosialisasi dan Pemberian Makanan Tambahan bagi 55 Balita Stunting
Wabup Lotim Tinjau SMPN 2 Selong, Soroti Fasilitas Minim dan Komite Vakum 6 Tahun
Di Sisi Megah Pendopo, Siswa SMPN 2 Selong Terpaksa Belajar Tanpa Meja dan Buang Air ke Toilet Masjid

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 23:39 WITA

Komitmen Presiden Prabowo Pendidikan Gratis dari TK hingga Perguruan Tinggi

Minggu, 6 September 2026 - 21:43 WITA

Buka FTBI 2026 Selong: Dikbud Tegaskan Larangan Siswa Bawa Motor dan Angin Segar Bagi 4.889 Guru Paruh Waktu

Minggu, 6 September 2026 - 06:48 WITA

Dukung Edaran Dikbud, Satlantas Polres Lotim Siap Tertibkan Pelajar Pengendara Motor

Sabtu, 5 September 2026 - 19:56 WITA

Melalui FTBI 2026, Dikbud Lombok Timur Bentengi Bahasa Sasak dari Arus Modernisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:46 WITA

HMPS SI FT Unham Gelar Seminar Pangan Hadirkan Sekda Lotim

Berita Terbaru

Dr. Maharani. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Triliunan untuk Bendungan, Mata Air Terabaikan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:57 WITA