Tradisi Nyelamet Dowong: Menjaga Kearifan Lokal dan Swasembada Pangan

Senin, 3 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Nyelamet Dowong, Ritual Adat Menjaga Kearifan Lokal dan Swasembada Pangan. (Foto: Lombokini.com).

Tradisi Nyelamet Dowong, Ritual Adat Menjaga Kearifan Lokal dan Swasembada Pangan. (Foto: Lombokini.com).

LOMBOKINI.com – Masyarakat Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menggelar tradisi adat Nyelamet Dowong pada Senin, 3 Februari 2025. Tradisi ini mengusung tema “Menjaga Tradisi Mewujudkan Swasembada Pangan 2025”.

Lurah Denggen, Haji Lalu Selamat, menjelaskan bahwa ‘Nyelamet Dowong’ merupakan tradisi turun-temurun yang bertujuan untuk melindungi tanaman padi dari serangan hama.

“Secara harfiah, Nyelamet berarti menyelamatkan, dan Dowong berarti tanaman,” jelasnya.

Tradisi ini dilaksanakan di awal musim tanam padi sebagai wujud syukur atas padi yang tumbuh dengan baik dan terhindar dari hama penyakit.

Baca Juga :  Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Ritual ini bertujuan untuk melindungi tanaman padi dari serangan hama dan penyakit, sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.

Prosesi ritual Nyelamet Dowong dimulai dengan pembersihan makam leluhur pada Jumat, dilanjutkan dengan penyembelihan ayam pada hari Minggu, dan mencapai puncaknya pada Senin dengan berbagai rangkaian prosesi adat.

Masyarakat setempat meyakini bahwa ritual ini dapat memberikan perlindungan bagi tanaman padi mereka, sehingga panen dapat berhasil dengan melimpah.

Baca Juga :  Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh

“Ini adalah bentuk syukur dan doa kami agar tanaman padi terhindar dari hama dan penyakit, serta menghasilkan panen yang melimpah,” kata Lalu Selamat.

Camat Selong, Baiq Widiani Astuti, yang turut hadir diacara itu, mengapresiasi upaya masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi ini.Dia mengatakan pentingnya dukungan terhadap ketahanan pangan di tingkat desa.

“Saya berharap acara ini dapat menjadi agenda tahunan dalam kalender budaya Lombok Timur, sehingga tradisi ini tetap hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.***

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan
BAZNAS Lotim Tinjau Langsung Calon Penerima MAHYANI di Gili Beleq

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Jumat, 18 September 2026 - 19:22 WITA

Relawan Nusantara Salurkan ATK, PMT, dan Baby Kits untuk Penyintas Kebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Kamis, 10 September 2026 - 14:48 WITA

Pemkab Lombok Timur Daftarkan 4.000 Marbot dan Guru Ngaji sebagai Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terbaru