Lombok Timur Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional V BPAN, Ratusan Peserta Siap Berkumpul di Wilayah Adat Perigi dan Limbungan

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat kumpul atau titik lokasi acara Jamnas V BPAN yang berada di Lapangan Perigi (doc. Zan)

Tempat kumpul atau titik lokasi acara Jamnas V BPAN yang berada di Lapangan Perigi (doc. Zan)

 

LOMBOKINI.com – Wilayah Adat Limbungan dan Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, resmi terpilih sebagai lokasi pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) V Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN). Kegiatan berskala nasional ini dijadwalkan berlangsung dari 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Mengusung tema “Pemuda Adat Pulihkan Kedaulatan Masyarakat Adat untuk Menjaga Identitas dan Tangguh Menghadapi Krisis,” ajang lima tahunan ini akan menjadi pusat konsolidasi ratusan pemuda adat dari seluruh penjuru Indonesia.

Selain merumuskan arah gerakan organisasi, Jamnas V juga berfokus pada penguatan hak-hak adat serta pemilihan Ketua Umum BPAN periode berikutnya.

Ketua AMAN Lombok Timur, Sayadi, menjelaskan bahwa penunjukan Wilayah Adat Limbungan dan Perigi didasarkan pada kokohnya nilai sejarah, budaya, serta keberadaan rumah adat setempat yang menjadi simbol kearifan lokal yang masih lestari.

“Perigi dan Limbungan merupakan komunitas masyarakat adat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), sehingga dinilai sangat representatif menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Nasional BPAN,” ujar Sayadi dalam keterangannya.

Baca Juga :  Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh

Ia berharap momentum berkumpulnya para pemuda adat se-Nusantara ini mampu menyuntikkan semangat baru bagi generasi muda lokal dalam mengawal ruang hidup mereka.

“Kita akan bantu kegiatan pemuda adat untuk menambah spiritnya sebagai pemuda yang terus bergerak menjaga wilayah adatnya, menjaga kampungnya, agar identitas kita sebagai suku bangsa tetap kuat dan lestari,” tambah Sayadi.

Guna mematangkan jalannya acara, panitia pusat dan daerah telah melakukan langkah-langkah strategis, termasuk menggelar audiensi dengan Pemkab Lombok Timur serta Pemprov NTB.

Langkah ini diambil untuk memastikan dukungan teknis berjalan maksimal sepanjang acara berlangsung.

Ketua Umum BPAN, Hero Aprilia, menjabarkan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan demi mengakomodasi seluruh kebutuhan logistik dan keamanan para peserta di lapangan.

“Kami membangun sinergi dengan pemerintah daerah agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan, baik infrastruktur, keamanan, pelayanan kesehatan maupun dukungan teknis lainnya dapat dipersiapkan secara maksimal,” kata Hero.

Baca Juga :  Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh

Rangkaian acara strategis juga telah dirancang secara matang, mulai dari agenda sarasehan nasional, pembahasan isu perlindungan hukum adat, kemandirian ekonomi, hingga gerakan pulang kampung. Pertemuan ini nantinya juga akan dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal AMAN.

Mendekati hari pelaksanaan, atmosfer persiapan di Wilayah Adat Limbungan dan Perigi kian semarak.

Para pemuda adat setempat bersama warga bahu-membahu merapikan lokasi untuk menyambut kedatangan para utusan dari berbagai suku di Indonesia.

Ratnijah, salah satu perwakilan pemuda adat Limbungan, mengutarakan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada kampung halamannya.

Ajang ini dinilai menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus etalase untuk mengenalkan kebudayaan Sasak di panggung nasional.

“Kami bersyukur dipercayai sebagai tuan rumah dan menambah semangat kami untuk terus bergerak melindungi wilayah adat, dan berupaya perkuat kemandirian ekonomi pemuda adat,” pungkas Ratnijah.

Penulis : Paozan Azima

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh
Wilayah Wisata Sembalun Diakui UNESCO, tapi Sembalun Bumbung Kurang Diperhatikan Pemerintah
Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur
Awik-Awik Baru untuk Pendaki Rinjani: Wajib Ikut Ritual Adat Sembeq Buraq? Ini Penjelasan TNGR
JAMNAS V BPAN Mengumpulkan Pemuda Adat Se-Nusantara di Desa Perigi: Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat
Ratusan Pemuda Adat Nusantara dari Berbagai Wilayah Melebur dalam Sakralnya Tradisi Tetulaq Desa di Desa Perigi
Dukung Revitalisasi Keraton, TSB dan Kemenbud Sinergi Lindungi Cagar Budaya Nasional
KKN IAI Hamzanwadi Kunjungi Museum Genggelang, Telusuri Narasi Sejarah yang Terlupakan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 16:04 WITA

Performance Studies Mempersoalkan Tubuh, Bukan Mempersembahkan Tubuh

Selasa, 1 September 2026 - 13:24 WITA

Wilayah Wisata Sembalun Diakui UNESCO, tapi Sembalun Bumbung Kurang Diperhatikan Pemerintah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:30 WITA

Festival Gawe Beleq Sakra Barat Resmi Ditutup Kapolres Lombok Timur

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:21 WITA

Awik-Awik Baru untuk Pendaki Rinjani: Wajib Ikut Ritual Adat Sembeq Buraq? Ini Penjelasan TNGR

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:58 WITA

JAMNAS V BPAN Mengumpulkan Pemuda Adat Se-Nusantara di Desa Perigi: Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Calon Ketua Umum BPD ABUJAPI NTB, Syamsuddin, S.Sos, S.H, M.H., atau Bung Syam.  (Foto: Lombokini.com).

Berita

Bung Syam Siap Majukan ABUJAPI NTB secara Profesional

Senin, 5 Okt 2026 - 22:00 WITA

Warga rentan, petani, dan pelaku usaha kecil menanggung beban kenaikan PKB dan PBBKB melalui Perda NTB No. 3/2026. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Gubernur Visioner atau Sekadar Penagih Pajak?

Senin, 5 Okt 2026 - 19:09 WITA

Pembalap dan kru MotoGP Indonesia 2026 tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Senin (5/10/2026). (Foto: Lombokini.com)

Olahraga

MotoGP Indonesia 2026: Pebalap dan Kru Mulai Tiba di Lombok

Senin, 5 Okt 2026 - 15:35 WITA