82,323 Ribu Orang di Lotim Terlindungi BP Jamsostek, Berikut Jumlah Klaim Terbanyak

Selasa, 23 Januari 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta BP Jamsostek Cabang Lotim, sedang mengantre untuk diberikan pelayanan oleh petugas, Selasa (23/1/2024).

Peserta BP Jamsostek Cabang Lotim, sedang mengantre untuk diberikan pelayanan oleh petugas, Selasa (23/1/2024).

LOMBOKIN.com – Di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), tercatat sebanyak 82,323 ribu orang terlindungi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjan (BPJS Ketenagakerjaan) hingga tahun 2023. 51 ribu diantaranya terdaftar sebagai pekerja Penerima Upah ( PU), sisanya merupakan peserta mandiri dan subsidi pemerintah.

Lebih dari 82 ribu peserta ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lotim mencatat jumlah klaim terbanyak adalah Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp9,2 miliar. Disusul Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp9,1 miliar. Kemudian Jaminan Pensiun sebesar Rp1 miliar.

Baca Juga :  Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Bagi peserta aktif, yang mengalami kecelakaan kerja atau kematian, BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat berupa beasiswa kepada dua orang anak ditinggalkan.

Tahun lalu saja, BP Jamsostek nama yang dikenal oleh masyarakat ini menyalurkan beasiswa kepada 531 orang anak dengan jumlah anggaran sebesar Rp1,4 miliar.

“Yang paling banyak di SD Rp956 juta, selebihnya SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi,”kata Akbar Ismail, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lotim, Selasa, 23 Januari 2024.

Baca Juga :  LKKS NTB Perkuat Kapasitas Penerima Manfaat Desa Berdaya di Pijot, Dorong Usaha Naik Kelas dan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Akbar menjelaskan, nominal beasiswa masing-masing jenjang berbeda-beda. Untuk TK atau SD per tahunnya sebesar Rp1,5 juta per orang. Sementara SMP, sebesar Rp2 juta. Sedangkan SMA Rp3 juta, dan Perguruan Tinggi Rp12 juta.

“Sistemnya, dibayarkan setiap tahun, yang bersangkutan datang ke kantor cabang,”terangnya.

Lebih lanjut, BP Jamsostek Lotim terus berupaya meningkatkan jumlah peserta yang terlindungi pada tahun ini. Sebab programnya bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya mengurangi kemiskinan. ***

Penulis : Ong

Follow WhatsApp Channel lombokini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas
DKP Lombok Timur Soroti Kesenjangan Akses Digital dan Kendala Subsidi BBM Nelayan Tradisional
Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan
DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi
UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid
Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos
DPRD Lotim Sesalkan Pemkab: Pungut Retribusi, Lalai Rawat Pasar
Pemkab Lotim Alokasikan Tambahan APBD 2026 untuk Infrastruktur dan Kesehatan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:31 WITA

Menelisik Praktik Konservasi Inklusif Yayasan JARI di Wilayah Selat Alas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Knalpot Brong dan Tanpa Helm Diburu, Satlantas Lotim Catat 1.009 Penindakan dalam Sebulan

Rabu, 30 September 2026 - 20:30 WITA

DPRD Lombok Timur Tetapkan APBD Perubahan 2026, Minta Pemda Percepat Realisasi

Minggu, 13 September 2026 - 14:43 WITA

UAS Paparkan Tujuh Pelajaran dari Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid

Jumat, 11 September 2026 - 22:05 WITA

Wabup Lombok Timur Ingatkan Warga Tak Salahkan Kadus hingga Bupati soal Bansos

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal menyapa seorang anak dalam acara cegah stunting di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya LombokTimur. (Foto: Lombokini.com)

Opini

Benarkan Stunting di Lotim Turun Empat Persen? 

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:12 WITA